News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

LPPM UIN Jakarta Ajak Mahasiswa KKN Buat Film Dokumenter

diposting pada tanggal 17 Jul 2017 06.48 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui17 Jul 2017 06.53 ]
Tinggal menunggu hitungan hari pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa semester 6 UIN Jakarta. Berbagai pembekalan materi diberikan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN selama sebulan nanti. Seperti yang Lembaga Penelitian  dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Jakarta lakukan pada Senin (17/7). Menggelar workshop multimedia di Auditorium Harun Nasution sejak pukul 08.00, workshop ini turut mendatangkan keynote speaker bapak Ferdi Sofansa, seorang jurnalis professional. Turut dihadiri perwakilan 2 orang mahasiswa dari lebih dari 150 kelompok KKN, workshop ini mengusung tema Peningkatan Kompetensi Produksi Film Dokumenter Bagi Pengabdian Masyarakat.

Penanggung jawab atas pelaksanaan KKN 2017, Dr. Tantan Hermansyah, M.S.E., memaparkan, KKN bukan sekedar mata kuliah yang harus dilalui oleh mahasiswa semester 6, lebih dari itu KKN diharapkan mampu menjadi aksi dari mahasiswa yang dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat baik. “Di era yang serba digital ini, diharapkan mahasiswa mampu menginspirasi masyarakat dengan sebuah karya, salah satunya film dokumenter yang bukan sekedar video dokumentasi belaka namun lebih sarat akan cerita dan inspirasi pada setiap detiknya,” ungkap Dr. Tantan. Pada akhir sambutannya Dr. Tantan menghimbau, agar mahasiswa mampu mencermati setiap moment yang terjadi saat KKN nanti, karena sekecil apapun inspirasi atau ide bisa melahirkan sebuah karya yang besar.

Keynote speaker workshop Ferdi Sofansa memaparkan, sedikit pengalamannya usai lulus dari perguruan tinggi, sebagai reporter tak berbekal pengalaman dan bekal ilmu dasar jurnalistik yang terbatas Ferdi harus fight dengan berbagai suka duka ditempatkan pada medan yang beragam. Salah satu pengalaman Ferdi adalah tugas meliput kondisi Baghdad pada tahun 2003 silam yang masih berada disituasi genting, bukan hal mudah namun Ferdi dapat kembali ke tanah air dengan mendulang pujian dan aspirasi yang tinggi berkat kesuksesannya membuat tayangan kondisi Baghdad sebelum dan sesudah keadaan genting. menurut “Dokumenter adalah suatu karya yang terlahir berdasarkan realitas dan disampaikan dengan narasi, verity maupun visual,” ungkap Ferdi. Ferdi menambahkan, ide dalam membuat karya dokumenter dapat diambil dari peristiwa sehari-hari yang terjadi di lokasi. Sedangkan, untuk memberi detail pada film dokumenter mahasiswa dapat melakukan riset dan memperbanyak diskusi maupun obrolan dengan masyarakat sekitar sehingga dapat menajamkan sesuatu yang diinginkan dalam karya dokumenter tersebut. Ferdi sempat menjelaskan seberapa penting film documenter, salah satunya adalah sebagai refleksi dan bahan dalam merubah presepsi public. “Dari sebuah film dokumenter dengan segala keaslian realita dilokasi dapat mengubah presepsi orang dan menjadi awal bagi perubahan besar,” tutup Ferdi.

Syarifatul Adibah
Comments