News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mahasiswa UIN Jakarta Terpilih Jadi Duta Anti Narkoba

diposting pada tanggal 6 Agt 2017 08.10 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Putra Bobi (kiri), Syanti Soraya (tengah) dan Rizal (kanan) Ketiga Finalis dari UIN Jakarta mengikuti pemilihan Duta Anti Narkoba Provinsi Banten

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, menggelar pemilihan duta anti narkoba. Jumlah pendaftar yang mengikuti ajang tersebut sekitar 500 orang yang kemudian terpilih 10 finalis dan berhak masuk untuk di karantina. Pada masa karantina, para finalis diterjunkan langsung untuk memberikan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah, salah satunya di SMA N 2 Kota Serang. Pada grand final 27 Juli lalu, 3 finalis yang berasal dari UIN Jakarta torehkan prestasi. Salah satunya, Bagus Muhammad Rizal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) jurusan Hubungan Internasional (HI). Kepercayaan ini didapat dari BNN provinsi Banten saat menggelar hari anti narkoba internasional di Ratu Hotel Banten. Setelah terpilih, duta anti narkoba pun nantinya akan mengikuti program-program yang ada di BNN provinsi Banten.

Duta wakil satu Putra Anti Narkoba Banten, Bagus Muhammad Rizal mengungkapkan rasa syukurnya terpilih menjadi wakil satu. “Hal tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab baru setelah tahun 2015 dinobatkan sebagai duta pemuda anti narkoba Kabupaten Tangerang,” ucap Rizal. Rizal mengaku, siap lahir batin mengemban tugas baru melakukan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba ditingkat provinsi dalam 2 bulan kedepan. Kegiatan ini, menurut Rizal sangat positif sekali dan menambah pengalaman serta teman-teman dari seluruh provinsi Banten. “Pemilihan Putra Putri Anti Narkoba (PPAN) provinsi Banten digelar tidak hanya sekedar kompetisi untuk mencari kemenangan, melainkan dengan ajang ini diharapkan semua finalis bisa memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” pungkas Rizal
.
Salah satu finalis yang masuk 5 besar dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) jurusan Manajemen Pendidikan (MP), Putra Bobi mengajak, bersama-sama tebarkan kebaikan untuk anak-anak dan para remaja yang ada lingkungan sekitar untuk menjauhkan diri dari narkotika dengan perluas relasi dan tebarkan kontribusi positif bagi negara tampil muda, tampil beda tanpa narkoba. “Sosialisasi bahaya narkoba menjadi sangat penting bagi warga guna menjelaskan jenis produksi obat-obat terlarang yang terus berkembang, sedangkan edukasi diharapkan mampu membekali warga tentang apa yang harus mereka lakukan dalam mewaspadai sekaligus mengatasi problem penggunaan narkoba,” papar Putra. Tak hanya itu, Putra menambahkan, edukasi juga bisa memberikan panutan bagi generasi muda yang dianggap rawan penyebaran narkoba.

Shari Ayu Saraswati
Comments