News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Maknai Hari Anak Nasional dengan Stop Bullying!

diposting pada tanggal 24 Jul 2017 12.14 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli, rupanya banyak disadari oleh masyarakat. Tak terkecuali mahasiswa UIN Jakarta. Namun sayangnya, belum lama ini marak beredar kasus bullying atau perpeloncoan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar SD, SMP dan SMA di pusat perbelanjaan Thamrin City, serta oleh beberapa orang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta. Hal ini kemudian menjadi sorotan masyarakat luas yang geram atas ulah tidak terdidik yang dilakukan pelajar dan mahasiswa tersebut.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan HMJ Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bernama Jihan Anggi Felisia menyuarakan pendapatnya terkait hal ini. Ia mengaku, sangat miris mengetahui kasus bullying tersebut, mengingat padahal anak-anak di dunia pendidikan tentunya diajarkan beretika dengan baik, antara etika kepada guru, etika kepada masyarakat juga etika terhadap teman sebaya. “Untuk memaknai HAN dengan tidak lagi adanya kasus bullying yang dilakukan oleh anak-anak, maka sangat dibutuhkan peran masyarakat di lingkungan anak, memerhatikan kembali bagaimana perkembangan anak di sekolah, pun halnya dari segi pergaulan sang anak sendiri seperti dengan siapa anak berteman dan apakah pertemanan tersebut baik atau buruk,” tutur Jihan.

Tak sampai disitu, sebagai calon guru dan calon orangtua, jihan berharap agar para orang tua dan seluruh tenaga pengajar di Indonesia khususnya PIAUD, untuk dapat terus bersinergi memerhatikan segala bentuk perkembangan anak, baik dari segi akademik maupun non-akademik. “Serta dari 6 aspek perkembangan anak, yaitu segi kognitif, bahasa, sosial, emosional dan yang tak kalah penting lainnya adalah moral dan agama,” jelas Jihan. Dirinya berharap, orang tua sebagai lembaga pendidikan pertama yang didapatkan oleh anak mampu memainkan perannya secara optimal. Karena, menurut jihan hal tersebut akan sangat menentukan bagaimana anak akan berposes di tingkat pendidikan selanjutnya.

Sementara itu, mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester 2, Istiqomah Afriyani turut mengungkapkan pendapatnya terkait bullying di kalangan anak-anak. Isti mengaku, dirinya yang memiliki adik di usia SMA merasa khawatir jika bullying dibiarkan, maka bukan tidak mungkin bila hal tersebut lama kelamaan menjadi hal yang biasa bahkan dianggap sebagai ”budaya” baru. “Memberantas bullying adalah tugas seluruh masyarakat, untuk itu dibutuhkan kerjasama dari pemerintah, orangtua, guru, mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” papar sti. Selamat hari anak nasional, tutupnya.

Faizah Fitriah

Comments