News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Makna Ramadhan Menurut Civitas Akademika UIN Jakarta

diposting pada tanggal 7 Jun 2016 18.39 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Ramadhan, bulan spesial diantara bulan-bulan lain yang di dalamnya memiliki banyak makna dan hikmah. Bulan pemilik malam terbaik daripada seribu tahun bulan, yang memiliki 3 fase yakni, 10 hari pertama diturunkannya kasih sayang, 10 hari ke-2 diturunkannya ampunan dan 10 hari terakhir dijauhkan dari api neraka. Selain yang telah tertera dalam Al Qur’an dan hadits, banyak hikmah yang didapatkan selama bulan Ramadhan. Lalu apa yah makna Ramadhan Bagi Civitas Akademika UIN Jakarta?

 

Dosen mata kuliah bahasa Arab, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) DR.Harun Ashfar mengungkapkan, dalam Ramadhan Allah melipatgandakan setiap kebaikan yang dikerjakan umatnya. Jika biasanya dilipatgandakan 10 kali lipat, dalam Ramadhan Allah mampu melipatgandakan sebanyak 700 kali lipat. “Maka dari itu, sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemungkaran yang dilarang Islam,” terang Harun. Ia berharap, khalayak khususnya mahasiswa UIN Jakarta menggunakan lipatan janji Allah tersebut dengan tahajjud, membaca Qur’an, bersedekah dan sebagainya.

 

 “Bulan ramadhan termasuk bulan kemulian seorang hamba,” ujar Feni Nur Hidayanti mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, jurusan Pendidikan Agama Islam semester 4. Sepantasnya seorang hamba mencari muka  di hadapan Allah dengan memperbanyak ibadah dan kebaikan, serta meninggalkan keburukan.


(oleh : nida muharram kumala sari)

Comments