News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mari Jadi Salah Satu dari Sepuluh Pemuda yang Bung Karno Minta

diposting pada tanggal 27 Agt 2017 06.03 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Pemuda adalah aset bagi suatu bangsa. Seperti apa yang pernah dikatakan presiden pertama Indonesia, Bung Karno mengatakan, “beri aku seribu orangtua niscaya akan kucabut semeru sampai akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan aku guncangkan dunia”. Hal ini melambangkan, betapa besarnya peran pemuda bagi kejayaan suatu bangsa. Secara hokum, yang disebut pemuda adalah manusia dalam rentan usia 15-30 tahun. Dalam masyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial, kedudukan yang strategis sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembanguan bangsanya.

Di Indonesia sendiri, peran pemuda sangatlah tinggi. Mulai dari dorongan pemuda terhadap proklamasi kemerdekaan bangsa, peristiwa sumpah pemuda pada 1928 sebagai wujud solidaritas dan kesatuan pemuda Indonesia, sampai yang sedang hangat perjuangan atlet muda di medan pertarungan Sea Games 2017. Tidak hanya di Indonesia, dunia juga memberikan perhatian khusus terhadap posisi para pemuda, seperti tanggal 12 Agustus lalu yang diperingati sebagai hari pemuda internasional. Sebagai pemuda, apa yang sudah balamuda beri untuk bangsa?

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Manajemen Pendidikan semester 5, Adiya Kelana Rahmawati memaparkan, baginya pemuda adalah tombak bangsa dan agamanya. “Kualitas suatu bangsa dan agama dapat dilihat dari perangai pemudanya, semakin baik suatu bangsa semakin besar semangat membangun para pemudanya,” terang Adiya. Adiya sendiri melihat, sejauh ini Indonesia sudah memiliki kualitas pemuda yang cukup baik, butuh sedikit pemancing untuk membakar semangat para pemudanya sehingga mampu berlomba-lomba mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Adiya berharap, lebih banyak pemuda yang sadar akan perannya, mau terjun dan peduli terhadap pemerintahan dan pembangunan Indonesia.

Mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Hendra Kamiswara memaparkan, pemuda adalah harapan bagi suatu bangsa, pemuda adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan suatu bangsa. “Bangsa yang baik akan tumbuh dari semangat pemuda yang baik pula,” tambah Hendra. Tak bisa dianggap remeh, suara para pemuda yang turun ke jalan adalah bagian dari pembangunan suatu bangsa. Menurut Hendra, menjadi pemuda yang baik dapat dilakukan dengan senantiasa mengukir prestasi dan tidak berhenti berkarya. “Tak sekedar akademis, prestasi dan berkarya dapat ditempuh dalam cabang apa saja seperti yang sedang dilakukan para pemuda bangsa pada Sea Games 2017, menelurkan karya-karya positif, sampai hal paling sederhana seperti menjadi bagian aktif dalam masyarakat” ungkap laki-laki yang hobi bermusik tersebut. Hendra berharap, pemuda Indonesia terus sadar akan perannya dan terus berlomba-lomba menjadi salah satu dari sepuluh pemuda yang bung Karno minta beberapa waktu silam untuk mengguncangkan dunia.

Syarifatul Adibah

Comments