News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Masih Mau Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu?

diposting pada tanggal 11 Jan 2017 09.07 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kehidupan mahasiswa pastinya tidak akan lengkap jika tidak ada organisasi kampus. Banyak organisasi kampus yang tersedia bagi para kaum intelektual ini untuk menyalurkan setiap potensi yang ada pada diri mereka. Meski ada banyak organisasi dan kemauan yang tinggi dari para mahasiswa untuk bergabung, namun tetap saja ada pihak yang mengkritisinya. Menurut mereka, mahasiswa yang aktif berorganisasi terlihat terlalu sibuk dan tidak memiliki waktu untuk beistirahat. “Teman saya sangat aktif di organisasi, dia kelihatan sangat lelah seperti tidak memiliki waktu untuk istirahat,” ujar Fahmi, mahasiswa semester 5, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). Selain itu banyak pihak yang mengkritisi dengan mengatakan bahwa organisasi itu mengganggu proses belajar, maka dari itu banyak mahasiswa ‘tua’ yang tidak kunjung lulus karena terlalu sibuk dalam berorganisasi.

 

Selain itu banyak juga pihak yang sangat mendukung mahasiswa untuk aktif berorganisasi. Seperti yang diutarakan oleh Astrid, mahasiswi semester 5, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) yang mengatakan bahwa berorganisasi saat sedang kuliah itu sangat bagus dan tidak perlu takut akan mengganggu perkuliahan. ”Dalam beroganisasi kita dapat menambah banyak teman, relasi bahkan membentuk kita menjadi orang yang sangat aktif dan muda bersosialisasi. Maka dari itu tidak akan sulit untuk mencari teman dalam membantu mengejar pelajaran yang tertinggal.” tuturnya saat ditemui di café cangkir UIN Jakarta

 

Selain itu, mahasiswi semester 3 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) Shalilah Asri merupakan seorang yang aktif dalam berorganisasi. Dirinya memberikan kiat dengan menjelaskan bahwa mahasiswa harus mencintai apa yang dilakukan, agar dapat melakuan semuanya dengan mencapai hasil yang maksimal. Baginya kuliah dan organisasi itu adalah satu kesatuan dan hanya berfungsi sempurna jika ditekuni ke-2 ny. “Jika diibaratan kuliah dan organisasi iu seperti handphone dan baterai. Jika tidak ada baterai maka handphone tersebut tidak akan bisa berfungsi maksimal,” ujar mahasiswi yang menjabat sebagai sekretaris departemen kominfo di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) tersebut.


 (Oleh : Salsabila)

 

Comments