News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mendekati Ramadhan, Apa Kabar Mahasiswa Penjual Makanan?

diposting pada tanggal 22 Mei 2017 23.12 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Salah satu mahasiswa sedang berjualan makanan di sekitar fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Bulan Ramadhan tahun 2017 jatuh pada akhir bulan Mei. Jika Ramadhan telah tiba, maka segala kegiatan perdagangan yang berhubungan dengan makanan serta minuman akan diberhentikan sementara. Tempat-tempat layaknya Kafe Cangkir dan Koperasi Mahasiswa (Kopma) juga akan ditutup, seiring berlangsungnya puasa. Lalu, bagaimana dengan mahasiswa-mahasiswa UIN Jakarta yang melakukan kegiatan wirausaha yaitu berdagang makanan? Bagaimana dengan kegiatan-kegiatan mencari dana sebuah acara dengan melakukan kegiatan berjualan makanan?

Salah satu mahasiswa UIN Jakarta yang menjual makanan di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Fdikom adalah Siti Nadhifa. Dirinya berkata, kegiatan berjualan makanan di kampus dilakukan olehnya beserta teman-teman, karena akan menyelenggarakan sebuah acara Ramadhan. Acara tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Dirinya menuturkan, berjualan adalah salah satu sumber pendanaan acara tersebut selain sponsor dan donatur. Menurutnya, hasil yang didapat dari kegiatan berjualan makanan lumayan banyak per harinya, apalagi dilakukan oleh panitia penyelenggara yang lain.

Namun karena sebentar lagi akan menginjak bulan puasa, mau tidak mau kegiatan berjualan makanan harus dialihkan dengan kegiatan lain. Menurut Nadhifa, kegiatan lain tersebut seperti mengamen, menjual aksesoris mahasiswa layaknya gelang dan stiker, sampai meminta sumbangan kepada mahasiswa yang ingin berinfaq. Sebab, bulan puasa bukan halangan untuk mencari dana apalagi dana tersebut akan dipakai untuk kegiatan Ramadhan.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh mahasiswa semester dua Jurusan Manajemen Dakwah, Muhammad Fahri. Dirinya yang kerap berjualan donat keliing di sekitar Fdikom mengaku berjualan untuk menambah uang sakunya di kampus.

“Hasil yang didapat memang lumayan, apalagi jika dilakukan tiap hari. Keuntungan tersebut cukup untuk memberi tambahan jajan. Tetapi karena sebentar lagi Ramadhan, sudah dipastikan kegiatan berjualan tersebut akan ditiadakan dahulu. Saya juga bisa memfokuskan waktu untuk belajar dan beribadah di bulan suci ini,” tutur pria yang kerap memberikan donat gratis kepada orang-orang.

(Fathur Alfarizi)

Comments