News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mengambil Hikmah dari Perayaan Maulid Nabi

diposting pada tanggal 3 Des 2017 09.28 oleh Radio RDK UIN Jakarta

1 Desember 2017 yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal Hijriyah jatuh sebagai hari peringatan lahirnya Nabi Muhammad Saw. Dalam Bahasa arab, maulid berarti lahir. Dengan adanya peringatan maulid, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali bagaimana gigihnya perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah.

Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Mulkan Nasir mengungkapkan, dalam perayaan mauled nabi kita dapat mengambil hikmah di dalamnya. Salah satunya adalah  untuk meneladani sikap, perbuatan, dan akhlak  yang mulia. Mulkan menambahkan, bukan hanya sebagai seremonial saja, maulid semestinya diresapi dalam hati yang begitu dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikan akhlak mulia Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya maulid nabi manusia khususnya umat muslim diharapkan bisa tergugah kembali untuk selalu berikhtiar secara istiqomah dalam meneladani dan mengamalkan ajaran-ajaran serta akhlak Nabi Muhammad Saw,” Tutur Mulkan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) jurusan Pendidikan Agama Islam, semester lima, Muhammad Khoirun Nifal mengatakan bahwa maulid merupakan sebuah syiar agama yang di dalamya terdapat bentuk syukur atas lahirnya Nabi Muhammad. Nifal menambahkan bahwasanya Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai rahmatan lil alamin  yang artinya bukan hanya untuk manusia saja, tetapi kepada semua makhluk seperti hewan, tumbuhan, dan  alam semesta. 

(Seli Nursolihat)

Comments