News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mengapa 25 November Diperingati Sebagai Hari Guru Nasional?

diposting pada tanggal 26 Nov 2017 11.57 oleh Radio RDK UIN Jakarta

25 November 2017 adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia karena diperingati sebagai Hari Guru Nasional, berbeda dengan peringatan Hari Guru Sedunia yang jatuh pada 5 Oktober. Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara telah mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Anggotanya merupakan kalangan guru bantu, guru Ddsa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah yang bekerja di sekolah-sekolah yang ada di tanah air. Kemudian, kuatnya keinginan untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri yang bernama Indonesia membuat pengurus dan anggota PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) di tahun 1932.

 

Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945, para pengurus dan anggota PGI menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu tepat di 100 hari setelah tanggal kemerdekaan tersebut, 24-25 November 1945. Kongres yang berlangsung di Kota Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan dukungan para guru untuk NKRI. Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Karena jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru di tanah air, maka Pemerintah RI melalui Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional. Keppres itu juga dimantapkan di UU No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, yang menetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional, yang kerap diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI.

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy menyampaikan pidato peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2017. Melalui kanal Youtube, Muhadjir menyampaikan sejumlah hal penting terkait hak, kewajiban, serta besarnya jasa guru dalam mencetak generasi penerus bangsa. Dalam pidatonya, salah satu yang ditekankan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu adalah memanfaatkan HGN 2017 sebagai momen mengevaluasi kebijakan-kebijakan pemerintah bagi guru di Indonesia. Terutama, untuk menjadikan guru lebih profesional, sejahtera, dan bermartabat.

"Kebijakan-kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan adalah menjadikan guru menjadi kompeten, profesional, terlindungi, dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia, dan bermartabat," demikian kata Muhadjir dalam pidato yang dikutip JawaPos.com dari kanal Youtube Kemendikbud RI.

Selain itu, Muhadjir juga mengingatkan pentingnya peran guru membentuk karakter peserta didik melalui tiga harmonisasi. Yakni, olah hati, olah pikir, dan olah raga. "Di samping itu juga guru dan tenaga pendidik harus mampu mengelola kerja sama satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk mengobarkan Gerakan Nasional Revolusi Mental," terangnya.

 

Menurut Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan semester tujuh bernsama Maulana Yusuf, peringatan Hari Guru Nasional pada setiap 25 November selalu diramaikan berbagai kegiatan yang bertemakan semangat dan perjuangan seorang guru dalam mendidik para generasi penerus bangsa. Guru adalah sosok yang rela mengabdikan hidupnya untuk membantu orang lain, menjadi teladan serta panutan bagi anak didiknya. Sudah lazimnya pada tanggal 25 November selalu diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

“Momen peringatan ini bisa menjadi suatu ajang merefleksi dan mengistrospeksi diri, tentang seberapa besar penghargaan yang telah kita berikan kepada sosok yang memiliki jasa besar dalam hidup kita. Guru adalah sebuah profesi yang mulia dan memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan bangsa,” tutur Maulana.



(Shari Ayu)

Comments