News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mengenang Sosok Gus Dur di Hall SC

diposting pada tanggal 29 Des 2016 08.37 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Saat berbincang bersama anak kedua Gus Dur di Haul Gus Dur


Komite haul Gus Dur Ciputat mengadakan Haul ke
-7 Gus Dur pada Kamis (29/12) malam yang bertempat di hall Student Center (SC) UIN Jakarta. Acara bertema Gus Dur Dalam Bingkai Kemanusiaan ini dihadiri oleh anak ke-2 Gus Dur Alissa Qotrunnada, mantan protokoler istana negara era Gus Dur Prio Sambada dan aktivis kemanusiaan Romo Sandiawan Sumardi.

Ketua pelaksana Haul, Rausyan F Muhammady memaparkan salah satu tujuan adanya acara ini adalah untuk mensyiarkan ajaran Gus Dur tentang toleransi, kerukunan umat beragama, dan kemanusiaan. “Saat ini, kita bisa lihat berbagai kejadian intoleransi di Indonesia sangat banyak dan kami rindu sosok seorang Gus Dur yang bisa menengahi itu. Mungkin jika Gus Dur masih ada, tidak akan secarut marut ini. Berbagai peserta mulai dari GusDurian, Banser, dan mahasiswa UIN juga turut memenuhi hall SC,” ungkapnya. Rausyan mengatakan acara ini juga diselenggarakan untuk mengenang 12 tahun Tsunami Aceh. Ia berharap, ajaran Gus Dur bisa disyi’arkan khususnya bagi mahasiswa UIN

Sekertaris komite haul Gusdur, Muhammad Nur Azami menjelaskan haul ini diselenggarakan karena kerinduan anak muda di Ciputat khususnya UIN jakarta terhadap sosok Gus Dur. Menurutnya, mantan Presiden ke-4 Indonesia ini merupakan sosok yang bebas nilai, masuk ke dalam golongan dan nilai-nilai ideologi manapun dan banyak sosok yang dekat dengannya mulai dari sastrawan, aktivis, agamis, maupun kelompok lintas agama.

“Kebhinnekaan dan ke-Indonesiaan saat ini sedang mengalami kemunduran, terlihat dari berbagai aksi atau demo yang akhir-akhir ini terjadi. Kami memiliki tagline yaitu Om Toleran Om, hal ini dimaksudkan untuk menggabungkan antara yang sedang booming dengan kondisi sosial saat ini,” ujar Azami. Ia menambahkan, selain mengenang sosok Gus Dur, acara ini juga diperuntukkan bagi siapapun yang rindu akan sholawat bersama, tahlilan, dan kegiatan islami lainnya. “Malam ini tidak hanya berdzikir bersama, kami juga menggalang dana untuk korban bencana di Aceh. Oleh karena itu ada beberapa bazar buku dan makanan yang semua keuntungannya akan disumbangkan ke Aceh,” tutupnya.


(oleh: Ria Umala Idayanti)

Comments