News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mengulik Resolusi Diri Menurut Islam

diposting pada tanggal 8 Jan 2018 08.06 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Sudah sepekan sejak perayaan Tahun Baru 2018 berlalu, sebagaimana halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, ungkapan “New Year, New Me” selalu identik di tiap pergantian tahun. Konsep ini kemudian akrab di kalangan masyarakat, yakni selalu menetapkan harapan atau resolusi terhadap diri, selama setahun ke depan. Lalu, bagaimana sebenarnya Islam memandang tentang ungkapan tersebut?

Dalam menjawab hal ini, Ketua Umum (Ketum) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid, Mus’ab Izzudin memaparkan bahwa sebenarnya di Islam sendiri hal ini disebut sebagai “Hijrah” yaitu berpindah, yang jika diartikan merupakan berpindah dari suatu tempat ke tempat lain.

“Sama halnya seperti saat Rasulullah Saw. saat beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah, menyelamatkan diri dari kesyirikan berhala dan orang-orang kafir Quraisy, menuju kesucian iman dan Islam. Jadi, resolusi ialah hijrah,” paparnya.

Menurut Mus’ab, Islam sudah menjelaskan perihal hijrah itu sendiri yang tertuang dalam Hadits Riwayat (H.R) Bukhari no.1, yaitu yang artinya “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena dunia dan wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” Sehingga menyikapi hadits ini, dirinya mengartikan bahwa memiliki resolusi bagi diri sama dengan bersiap akan perubahan.

“Perubahan dari jahiliyah kepada Islam, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang salah menjadi yang benar. Intinya, dari yang belum baik menjadi lebih baik, yaitu perubahan menuju ketaatan pada Allah SWT,” tuturnya.

Lebih lanjut Mus’ab menjelaskan, memiliki resolusi itu penting sebab seperti yang diungkapkan Rasulullah yang artinya “Hari ini harus lebih baik dari kemarin”. “Bagi saya, kita harus terpacu untuk terus memperbaiki diri, bukan hanya dalam setahun, namun di tiap harinya. Hingga nanti cita-cita kebaikan kita dikabulkan oleh Allah,” tandasnya.

Sementara itu, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) bernama Farhah Salamah mengaku ia tak pernah benar-benar menyusun resolusi untuk setahun penuh. “Bagi saya kunci yang paling utama adalah bagaimana agar bisa fokus serta konsisten terhadap segala sesuatu yang kita kerjakan. Itu resolusi saya di tahun ini, untuk fokus dan konsisten. Terutama dalam hal beribadah,” ujarnya.

(Faizah Fitriah)

Comments