News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Menteri Agama : Setiap Berita Harus Dikonfirmasi

diposting pada tanggal 7 Mar 2017 08.11 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui8 Mar 2017 08.22 ]
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan dihadapan civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Seminar Nasional, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan pelantikan Dewan pengurus Pusat Asosiasi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (DPP-ASKOPIS) bertema “Hoax di Media Massa dan Media Sosial : Pergulatan Antara Fitnah dan Tanggung Jawab” berlangsung ramai di Auditorium Harun Nasution, Selasa (7/3). Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini bekerjasama dengan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom). Seminar yang dihadiri oleh 1200 peserta baik mahasiswa maupun dosen ini menghadirkan keynote speech Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin, Pakar Teknologi Informasi dan Media Sosial Nukman Luthfie, Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi, serta Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si dan dibuka oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA.

Dalam sambutannya, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, hoax adalah kabar bohong dan telah mewabah khususnya pada media massa seperti facebook, twitter dan lainnya. Lukman menambahkan bahwasannya setiap berita harus dikonfirmasi dan dilakukan klarifikasi jika menemukan kejanggalan didalamnya. Ia memaparkan, seminar ini patut diapresisasi karena UIN Jakarta telah mengadakan kegiatan yang  diadakan oleh Asosiasi Program Studi Komunikasi (ASKOPIS).

“Tema ini sangat kontekstual, terlebih karena saat ini kita hidup di era digital di mana kecermatan umat digital merupakan keharusan adanya literasi dalam hal sosial media,” tutur menteri yang lahir pada 25 November 1962 tersebut. Dirinya berharap, literasi dan kecermatan  sosial media harus ditingkatkan kembali, sehingga tidak akan menjadi bagian korban hoax media massa pada sesi negatif.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA mengatakan, memanipulasi pesan atau berita merupakan perbuatan yang tidak terpuji. “Setiap pesan atau komentar yang negatif sejatinya akan menyayat hati orang atau pihak yang tidak bersalah. Maka dari itu diperlukan pemikiran yang matang ketika akan membuat kabar agar terhindar dari berita hoax,” katanya.

(Seli Nursolihat)

Comments