News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Merdeka Dari Kacamata Mahasiswa

diposting pada tanggal 20 Agt 2017 07.48 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Euforia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-72 masih belum surut. Berbagai atribut merah putih yang meramaikan setiap sudut pemukiman, jalan protokol, hingga kantor pemerintahan masih menggantung sampai beberapa minggu kedepan. Tak hanya itu, berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI masih silih berganti diselenggarakan. Proklamasi yang dibacakan Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945 di jalan Pegangsaan Timur  lalu, sebagai pertanda berakhirnya masa pemerintahan bangsa lain diatas kedaulatan NKRI. Berbeda dengan kemerdekaan dari kacamata mahasiswa, kemerdekaan rupanya memiliki filosofi tersendiri.

Mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Kearsipan semester 5, Alfina Fitriani mengungkapkan, merdeka adalah kondisi dimana kita mampu menghargai bangsa Indonesia, bangga dengan apa yang dimiliki Indonesia, dan mampu  mempertahankan kedaulatannya. Tidak hanya itu, finalis Duta Wisata Kota Pekalongan ini menambahkan, merdeka adalah kondisi dimana bangsa dapat mandiri menciptakan masyarakat yang merdeka, yaitu kebebasan dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya nya. “Merdeka bukan lagi sekedar kebebasan fisik, lebih dalam menyangkut kemerdekaan jiwa,” pungkasnya.

Mahassiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta, jurusan Ilmu Politik semester 3, Raden Hanafi memaparkan, baginya merdeka adalah kondisi dimana manusia bebas mengekspresikan rasa tanpa tekanan dari manusia lain. “Rasa disini berarti kemampuan, pendapat, maupun ide yang akan diaplikasikan dalam berbangsa,” jelas Hanafi. Hanafi menambahkan, merdeka adalah saat dimana hak-hak yang diterima warga negara tidak lagi berbatas jenis kelamin, ras, dan suku bangsa. “Semua golongan memiliki kesamarataan hak dan kesempatan dalam bernegara dan dalam meningkatkan prestasi guna mencapai cita-cita yang tinggi,” tutup Hanafi

Syarifatul Adibah
Comments