News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Merubah Bangsa Ala Cak Noer

diposting pada tanggal 4 Okt 2016 20.44 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Ketua Jurusan (Kajur) Perbandingan Agama (PA) Fakultas Ushuluddin (FU) gelar Studium Generale bertemakan Remembering Nurcholish Madjid:A New Perspective Of Islam and Other Religius pukul 08.00-13.00.

Sebanyak 150 peserta memenuhi ruang teater lantai 4 FU, dengan menghadirkan Rektor STF Drijakara, Prof.DR.Simon Petrus l Tjahjadi, Nurcholis Madjid Society, DR.Muhammad Wahyudi Nafis, guru besar FU, Prof.DR.Kautsar Azhari Noer dan Kajur FU, DR.Media Zainul Bahri.

 

DR Kautsar menyampaikan, teologi Nurcholis Madjid atau biasa disapa Cak Noer dalam merubah keadaan suatu bangsa. Menurut Cak Noer, hal pertama yang harus diubah dari masyarakat adalah pola pemikiran ummat lebih moderat. “Hal ini dilandasi ayat Al quran yang berbunyi laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bianfusihim’ tidak akan berubah keadaan suatu kaum sampai mereka merubah diri mereka sendiri,” tambahnya. Ia melanjutkan, Cak Noer menafsirkan kalimat ‘maa bianfusihim’ sebagai pola pemikiran umat.

 

Mahasiswa FU jurusan Ilmu Quran dan Tafsir, semester 1 Lusi mengaku, setuju dengan pemikiran Cak noer. Menurutnya, berawal dari arah pemikiran maka akan berubah pula sikapnya. Lusi menambahkan, tetap harus ada tuntunan dan perhatian lebih intensif kepada masyarakat. “Karena khawatir, akan ada penyimpangan pemahaman yang tidak sesuai dengan agama,” tutur Lusi.


(oleh: nida muharram kumala sari)

Comments