News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Milad UIN Jakarta Tutup Rangkaian Acara dengan Gala Dinner

diposting pada tanggal 28 Mei 2017 18.21 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui28 Mei 2017 18.24 ]
Sri Mulyani menjadi keynote speaker pada gala dinner

Kamis (25/5), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan gala dinner sebagai malam puncak perayaan milad ke-60 tahun. Acara tersebut bertempat di Auditorium Prof. Harun Hasution dan berlangsung mulai dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Mengusung tema “Berbagi Bersama dan Membangun”, acara tersebut dihadiri oleh Rektor Dede Rosyada, dosen, seluruh civitas akademika UIN Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani, dan Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Abdurrahman Mohammad Fachir yang merupakan alumni UIN Jakarta.

Gala dinner dibuka dengan penampilan marawis dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Qori dan Qoriah Mahasiswa (Hiqma), Penampilan UKM Paduan Suara Mahasiswa (PSM), pembacaan kalam illahi oleh lulusan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) bernama Daisral, Pembacaan doa oleh Wakil Dekan (Wadek) Fakultas Ushuluddin Suryadinata, pembacaan laporan oleh ketua panitia yaitu Wadek Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Arief Sumantri, sambutan oleh Rektor Dede Rosyada, penampilan tari saman oleh Fakultas Psikologi (Fpsi), stand up comedy oleh Kemal Gifari alumni UIN, keynote speech oleh Menkeu Sri Mulyani dan Wakil Menlu Abdurrahman Mohammad Fachir.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan pada tingkat kebersihan yang menempatkan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) sebagai juara tiga. Selanjutnya pembagian doorprize dan persembahan dari PSM menjadi penanda berakhirnya gala dinner.

Ketua panitia Milad ke-60 UIN, Dekan FKIK, Arief Sumantri mengatakan, dalam perayaan milad kali ini ingin memberi pesan bahwa dalam 60 UIN telah bisa berbagi dan membangun terhadap hasil karya, baik publikasi maupun pengabdiannya terhadap masyarakat dan pendidikan. Seperti pesan Menkeu Sri Mulyani pada keynote speech yang menyampaikan ekonomi syariah.

“Karena pada dasarnya, UIN sendiri berkaitan dengan keIslaman. Maka syariah menjadi potensi kedepan yang bisa memberi kontribusi. Untuk itu, bukan sekadar kerja keras, tetapi juga kerja cerdas bagi UIN untuk bisa berkiprah dalam pembangunan nasional,” tuturnya.

Lebih jauh Arief memaparkan, pada acara ini juga alumni bisa melihat  perubahan bentuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). Milad ini bagian dari pesan yang ingin disampaikan oleh pimpinan dan kebijakan tersebut melekat dengan berbagai kegiatan seperti pengabdian masyarakat serta kegiatan yang berkaitan dengan globality, yaitu dengan melakukan ekspedisi raya ke Gunung Damavand di Iran oleh UKM Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia.

Arief berharap dengan bertambahnya usia, UIN Jakarta harus lebih terampil dalam merawat hal yang sudah menjadi konsistensi yang telah didapat dan sudah ada untuk bisa menjadi modal bagi pembangunan akademik di kemudian hari, khususnya bagi pengembangan umat dan masyarakat.

Lain halnya dengan Sri Mulyani. Ia memaparkan, Industri keuangan syariah di Indonesia mengalami perkembangan positif dari tahun ke tahun. Dari seluruh sektor, perbankan syariah masih merupakan penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Total aset perbankan syariah per-Maret 2017 yakni 358,7 trilyun rupiah. Saat ini, tercatat ada 13 bank umum syariah, 12 unit bank umum usaha syariah, dan 166 bank pembiayaan syariah.

Sri Mulyani berharap agar UIN Jakarta bisa menjadi inspirasi perguruan tinggi yang bisa mencetak manusia yang dapat membangun Indonesia dan bisa menyumbangkan akal, pikiran, dan tenaga mereka untuk membangun cita-cita Indonesia. Dirinya pun turut berbangga terhadap UKM KPA Arkadia sebagai bukti bahwa UIN mampu berpikir global.

Wanita yang pernah menjabat di world bank tersebut berharap, apa yang dilakukan KPA Arkadia dapat menjadi inspirasi bagi yang lain.

“Tidak hanya berhasil di Indonesia. Dunia begitu besar, jadikan ambisi anda seluas dunia ini atau bahkan sampai ke planet lain,” ungkapnya diiringi gelak tawa audiens.

(Faizah Fitriah)

Comments