News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Muhammad Munir : Fenomena Hoax dan Hate Speech Semakin Parah

diposting pada tanggal 13 Apr 2017 14.31 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Fenomena berita hoax sepertinya semakin menjamur di dalam struktur masyarakat, bahkan ke titik yang paling dasar. Masyarakat mudah sekali terpengaruh dan terjerembap di dalam berita yang sering juga disebutsebagai kabar burung ini. Selain itu, ujaran kebencian atau hate speech tidak kalah parah mengerikannya dibandingkan dengan berita hoax. Banyak sekali pihak-pihak dan oknum yang menggunakan cara layaknya berita hoax dan hate speech untuk menghipnotis masyarakat, sehingga terjadi perpecahan seperti fenomena sekarang.

Oleh sebab itu, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin menyelenggarakan sebuah seminar internasional tentang kasus tersebut yang bertajuk “Fenomena Hoax dan Hate Speech ; Peran dan Tanggung Jawab Utama”, Rabu (12/4). Acara yang diadakan di Auditorium Harun Nasution tersebut berjalan sejak pukul 08.00 hingga 13.00. Seminar internasional tersebut turut mengundang beberapa pembicara layaknya Komisi Fatwa MUI Dr. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Pengurus Muhammadiyah Ahmad Najib Burhani, Ph.d., Guru Besar Hauzah Islamiyah Qom Iran Dr. Muhammad Hasan Zamani, Dosen Lyon College Prof. Martha C Beck, Ph.d, dan Dewan Analisa dan Strategi Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Muhammad Munir.

Muhammad Munir mengatakan, kasus berita hoax begitu kencang di masyarakat akhir-akhir ini. Menurutnya, fenomena berita hoax dan hate speech semakin parah, apalagi saat bergulirnya Pilkada DKI Jakarta yang sekarang sangat panas. Banyak sekali berita bohong tersebar di media sosial, yang tidak memiliki filter dan kepastian akan kebenarannya. Itulah yang membuat masyarakat sekarang semakin mudah dipengaruhi dan sulit membedakan antara berita benar dan bohong. “Maka dari itu, masyarakat seharusnya semakin pintar dalam menyikapi berita yang ada,” kata pria yang bekerja di BIN tersebut.

Salah satu panitia di dalam acara seminar internasional tersebut yang merupakan mahasiswa semester dua Jurusan Ilmu Hadist Fakultas Ushuluddin, Imron Musa menuturkan, materi-materi yang disampaikan oleh para pemateri sangatlah baik dan dekat sekali dengan fakta yang ada di masyarakat. Menurut Imron jika dipahami secara seksama, maka peserta seharusnya semakin cerdas dalam bersikap sekaligus mengajak masyarakat lainnya di berbagai lapisan, agar tabayyun terhadap informasi yang ada. “Semoga fenomena berita hoax dan hate speech ini dapat semakin terkikis seiring berjalannya Pilkada DKI Jakarta yang sebentar lagi akan usai,” harap Imron.

(Fathur Alfarizi)

Comments