News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Mustolih Siradj Dan Transparansi Data Yang Dimintanya

diposting pada tanggal 16 Feb 2017 08.56 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui20 Feb 2017 23.52 ]
Kronologis
Kronologis permintaan Mustolih sampai berujung gugatan

Setiap orang pasti pernah belanja kebutuhan sehari-hari maupun bulanan di minimarket. Lalu, pernahkah anda dimintai sumbangan dana setelah berbelanja? Jika satu konsumen dimintai dana sebesar Rp 500.00, berapa total keseluruhan dana perbulan dan pertahunnya? Muncullah pertanyaan tentang “kemana dana tersebut dialokasikan?”. Sampai akhirnya ada yang mempertanyakan hal tersebut langsung ke pihak minimarket yang bersangkutan.

Bidang koordinasi klinik konsultasi dan bantuan hukum di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., C.L.A mengatakan  akan menggugat kembali perkara yang sedang dialaminya. “Walaupun permasalahan yang sepele, karena mini market yang berdekatan dengan rumah, saya jadi sering berbelanja dan  menjadi donator di mini market tersebut,” ungkap Mustolih. Pada 2015 Mustolih mengirimi direktur minimarket surat untuk meminta transparansi data. Karena tidak ada jawaban, pada Maret 2016 Mustolih mengajukan diri sebagai pemohon, hingga Oktober 2016 Mustolih menjalani sidang yang dilakukan 4 sampai 5 kali pertemuan. “Sampai pada 16 Desember 2016 diputuskan oleh Komisi Informasi bahwa mini market harus menyediakan data transparansi yang saya minta, namun pada Februari ini mini market tersebut malah kembali menggugat saya,” tutur Mustolih.

Mahasiswi FSH Jurusan Hukum Keluarga semester 2, Ade Mulyanah berharap, agar kasus yang sama tidak terulang kembali sebaiknya sebagai konsumen harus berpikir kembali jika ingin memberi sumbangan di minimarket.

(Seli Nursolihat)
Comments