News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Naila Fitria : Harus Diberikan Kesempatan yang Adil Antara Laki-Laki dan Perempuan

diposting pada tanggal 22 Mar 2017 10.51 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Diskusi kesetaraan gender di Diorama UIN Jakarta

Permasalahan gender masih menjadi topik yang hangat dan dekat dengan masyarakat di Indonesia. Karena hal itu, UIN Jakarta menyelenggarakan sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan “Pengarusutamaan Gender Melalui Organisasi Kemahasiswaan”. Acara FGD tersebut terbagi dalam dua sesi, yang masing-masing terdapat narasumbernya. Pada sesi pertama diisi oleh Rahmi Purnomowati, Sp., M.Si, Dr. Nurarfiyah Febriani, MA, dan Lili Sumarni, SE., M.Si. Sementara itu, sesi kedua diisi oleh Supardi Lee dan Naila Fitria. Perhelatan yang diselenggarakan Rabu (22/3) ini dimulai sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Diorama UIN Jakarta.

Salah seorang narasumber pada sesi kedua, Supardi Lee menuturkan dalam diskusi, misi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kehidupan. Menurut Supardi,  jika UIN Jakarta ingin menjadi world class university, maka harus pula mencetak world class people. Pria keturunan Hongkong yang berfokus pada sistem organisasi ini juga menambahkan, organisasi akan sukses jika  memiliki empat hal yakni manusia yang berintegritas, misi yang besar, nilai yang dimiliki, dan sistem yang mumpuni.

Berbicara mengenai sistem, lelaki yang merupakan wirausaha dan mantan aktivis di Institut Pertanian Bogor ini menegaskan jika pemimpin harus menjadi teladan yang baik bagi pengikutnya. “Jika dalam melaksanakan rapat saja masih sering molor dari waktu yang ditentukan, apakah pantas disebut sebagai pemimpin yang berintegritas?,” ungkapnya. Sebelum menutup materinya, Supardi menuturkan bahwa proses itu penting untuk kemajuan. Bekerja untuk meraih tujuan organisasi dengan menggunakan sumberdaya bersama seoptimal mungkin, dalam sebuah kepemimpinan yang efektif.

Sesaat setelah Supardi memberikan materinya tentang sistem dalam berorganisasi, alumni mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta, Naila Fitria memaparkan tentang masalah gender yang terjadi pada lingkup mahasiswa.  Menurutnya, karena masalah ketidaksetaraan hubungan antara laki-laki dan perempuan, sebagian besar dibentuk oleh pembedaan konstruksi antara laki-laki dan perempuan yang dinilai secara sosial budaya, bukan biologis. Hal itulah yang menyebabkan ideologi patriarki masih sangat kental.

“Stereotip tentang perempuan yang derajatnya lebih rendah ketimbang laki-laki harus dikikis perlahan-lahan. Sebab, harus diberikan kesempatan yang adil antara laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan hak, khususnya dalam berorganisasi,” tegas Naila yang juga pernah menjadi relawan di Komisi Nasional (Komnas) Perempuan.

(Fathur Alfarizi)

Comments