News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Nasib Barang-barang Penghuni Asrama Lama Yang Belum Dipindahkan

diposting pada tanggal 2 Agt 2017 06.27 oleh Radio RDK UIN Jakarta

UIN Jakarta sebagai salah satu universitas negeri berbasis Islam tentunya sangat memerhatikan aspek keislaman bagi para mahasiswanya. Sebab, aspek keislaman merupakan hal yang menjadi pembeda serta penonjol dibandingkan dengan universitas-universitas lain. UIN Jakarta ingin menunjukkan jika label islam tidak hanya menjadi nama, namun juga menjadi aspek yang menyeluruh. Untuk itu, adanya asrama menjadi salah satu bagian penting dalam keislaman di UIN Jakarta. Karena, kegiatan-kegiatan di dalamnya yang layaknya pesantren.

Oleh sebab itu, asrama di UIN Jakarta setiap tahunnya membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin bertempat tinggal ataupun yang ingin menjadi pengurus di asrama tersebut. Jadwal pendaftarannya sendiri telah dibuka sejak lama, yakni sejak tanggal 9 Mei lalu untuk mahasiswa yang masuk melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan akan ditutup hingga 18 Agustus untuk jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Bagi mahasiswa yang sudah tidak menempati asrama pada semester baru, telah diberi waktu oleh pihak asrama untuk mengemasi barangnya hingga tanggal 31 Juli kemarin. Namun, ini menjadi perhatian karena masih ada barang-barang bahkan mahasiswa yang masih menempati asrama hingga kini dengan berbagai alasan.

Kepala pengurus asrama UIN Jakarta, Zainuddin mengatakan saat ditemui di ruangannya, membenarkan jika batas waktu penempatan dan pengosongan barang di kamar-kamar penghuni lama itu sampai 31 Juli. “Imbauan tersebut sudah diberitahukan sejak sebelum lebaran kepada para penghuni lama, sehingga tidak kaget atau kurang info karena libur lebaran,” ungkap Zainudidin. Namun, ternyata sampai sekarang masih ada barang dan beberapa penghuni yang mendiami asrama. Menurutnya, ada berbagai alasan mengapa hal itu dapat terjadi. “Seperti penghuni lama yang memperpanjang masa tinggalnya atau belum sempat memindahkan barangnya,” tutur Zainuddin. Zainuddin mengatakan, rencananya jika barang-barang tersebut tidak diambil kemungkinan akan dihibahkan atau disimpan di gudang. Pengecualian bagi penghuni yang akan memperpanjang masa tinggalnya diberi toleransi.

Masih mengenai hal tersebut, salah satu penghuni asrama yang memperpanjang masa tinggalnya, Doni Muklis mengatakan, jika penghuni yang sampai sekarang masih menetap di asrama merupakan penghuni lama yang akan menempati lagi asrama di semester berikutnya. “Sebab, mereka tidak memiliki tempat menginap lagi jika tidak bisa menempati asrama,” ucap Doni. Namun, menurut mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) ini, kendala yang terjadi adalah asrama yang ingin dibersihkan total serta direnovasi. Dirinya menganggap, adanya penghuni takut mengganggu jalannya perbaikan. Maka, doni dan teman-temannya berinisiatif untuk mengumpulkan iuran. “Iuran tersebut gunanya untuk kebersihan serta sebagai terimakasih karena barangnya dijaga oleh pihak keamanan selama liburan,” jelas Doni. Jika ada sisa, uang itu bisa dijadikan kas untuk perbaikan-perbaikan lainnya.

Fathur Alfarizi

Comments