News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Pacaran Tanda Dewasa Atau Beradegan Dewasa?

diposting pada tanggal 13 Jul 2017 10.14 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Maraknya remaja sekarang yang melampiaskan seluruh isi hatinya kepada pasangannya yang bisa disebut sebagai pacarnya, sudah menjadi hal yang lumrah di kancah Indonesia maupun dunia. Lembaga Dakwah Kampus Syarif Hidayatullah (LDK Syahid) merasa perlu adanya gebrakan mengenai hal tersebut sehingga memposting poster digital dakwah yang menyadarkan mahasiswa maupun umum tentang rugi berpacaran yang diambil dari sebuah buku karya Felix Siaw, Udah Putusin Aja.

Dikutip oleh LDK Syahid dari buku karya dari Felix Siaw, memgungkapkan bahwa cinta tak selalu indah karenanya perlu komitmen nikah. Nafsu tak perlu komitmen makanya pacaran hanya pentingkan rasa nikmat. Selanjutnya, kenapa lelaki senang hubungan tiada komitmen dan ikatan karena masa depan lelaki tak dinilai dari masa lalunya, tapi wanita tak sama dengan lelaki, kehormatannya tiada kembali dua kali. Sungguh tak bijak bila wanita rela dengan hubungan miskin komitmen. Takut tiada berjodoh lalu pacaran sama saja membeli sengsara di masa depan. “Untuk apa pacaran walau alasan perkenalan bila wanita dirugikan, lebih baik lagi bila sadar diri belumlah siap jangan mulai apa yang tak mampu diselesaikan,” ungkap Felix Siau dalam bukunya sesuai dengan surat Ar-rum ayat 21.

Ketua departemen Hubungan masyarakat dan media (Humed) LDK Syahid, Rauf mengungkapkan, semoga dengan postingan tersebut mahasiswa UIN Jakarta maupun masyarakat umum tersadarkan, bahwa dirinya amat berharga bila mengisi waktunya yang amat berguna bukan untuk berpacaran yang akan menambah dosanya. “Pacaran? Abis nikah aja kali, semoga makin diepermudah dalam segala urusan,” tutup Rauf.

Radhina Rifa Muthiah

Comments