News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Pasca Tragedi 11 September, Bagaimana Pandangan Terhadap Islam?

diposting pada tanggal 12 Sep 2017 11.19 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC) di New York mengingatkan sebuah serangan yang dilakukan oleh militan Al-Qaeda yang telah mengguncang Amerika. 19 militan diantaranya membajak empat buah pesawat dan berhasil membuat Amerika berada dalam cengkraman teror. Dilansir dalam viva.co.id, dua dari pesawat tersebut menabrakan diri ke gedung World Trade Center (WTC). Nyaris 3.000 orang tewas dalam serangan teroris yang kini terkenal dengan tragedi 11 September. Serangan ini juga menjadi pemicu bagi pemerintahan AS untuk melakukan perang besar melawan terorisme. Namun, istilah terorisme tersebut kerap kali disangkut-pautkan dengan agama Islam. Pasalnya, kelompok teroris Al-Qaeda menggemakan nama Islam dalam aksinya.

Mantan presiden Amerika Serikat, George W. Bush akhirnya menjadi “benci” terhadap agama Islam. Stereotip itu muncul ketika dalang dibalik aksi teror itu adalah Al-Qaeda. Presepsi itupun akhirnya tersebar dan menjamur ke berbagai lapisan masyarakat dunia, khususnya Amerika Serikat. Terdapat banyak sekali gerakan-gerakan yang berbau “anti-Islam”. Puncaknya, pada tahun 2013 lalu, terdapat kampanye pembakaran kitab Al-Qur’an yang memicu emosi banyak pihak, termasuk di Indonesia yang notabenenya negara dengan penduduk muslim terbesar.

Namun belakangan, Bush mulai melunak terhadap Islam. “Di dalam waktu yang lama, saya mulai berpikir jika perbuatan teror tersebut datang dari iblis. Karena, tentunya Tuhan tidak akan mengajarkan perbuatan itu,” ujar George W. Bush.

“Teroris itu tidak merepresentasikan kedamaian (agama). Mereka menunjukan perbuatan iblis dan peperangan. Ketika kita berbicara tentang Islam, maka kita akan berbicara mengenai miliaran penduduk di seluruh dunia,” tambah pria yang tahun ini telah menginjak usia ke 71.

Menanggapi pernyataan di atas, alumni Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Romaza turut setuju dengan George W. Bush. “Perkataan Bush nyatanya sangat benar terkait apa yang sebenarnya terjadi. Namun, tetap saja apa yang dari dulu dinyatakannya begitu menyakitkan kaum muslim yang sudah terlanjur membencinya,” tuturnya.

(Fathur Alfarizi)

Comments