News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

PBAK Berakhir, Maba Siap Masuki Dunia Perkuliahan

diposting pada tanggal 27 Agt 2017 06.02 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru (maba) UIN Jakarta, telah berakhir Kamis (24/8). Berbagai closing ceremony dengan cara yang unik, dilakukan oleh berbagai fakultas demi memberikan kesan dan menjadikan PBAK sebagai momentum yang tidak mudah terlupakan bagi para maba. PBAK sebagai wadah mahasiswa pertama kali mengenal lingkungan perkuliahan. Mulai dari pertemanan, kegiatan khas mahasiswa, sampai lebih dalam pada berbagai kode etik dan tata aturan yang berlaku.

Maba Fakultas Psikologi, Nahla Hanifah mengaku, senang dengan PBAK 2017 kali ini. perempuan yang akrab disapa Ifah ini mengaku, di PBAK dirinya mulai mendapatkan satu persatu teman baru. “Mulai dari yang sekota sampai yang berasal dari luar pulau, tidak hanya teman, melalui PBAK juga lebih mengenal lingkungan dan situasi dunia perkuliahan nantinya,” tutur Ifah. Sebagai calon mahasiswa kos, Ifah mengaku mulai berlatih hidup mandiri dan mengatur waktu agar tetap mampu meningkatkan prestasi di dunia perkuliahan.

Mahasiswa semester 1 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Manajemen Dakwah (MD), Siti Hanifah memaparkan, PBAK menjadi media yang menyenangkan. Bagi Siti, dalam mengenal UIN Jakarta, lebih dalam Fdikom dan MD dengan baik. “Rangkaian acara PBAK yang meski cukup panjang dan mengharuskan datang saat pagi masih gelap ke kampus, tetap menyenangkan dan tidak terasa,” ungkap Siti.

Siti mengaku, PBAK UIN Jakarta sangat jauh dari ekspektasinya kepada masa orientasi yang kerap menjadi momok menakutkan bagi maba. “Alih-alih menjadi lahan balas dendam dan senioritas para senior, PBAK justru hadir sebagai masa orientasi yang ringan dan menyenangkan,” tambah Siti. Siti berharap, PBAK dapat menjadi salah satu moment yang tidak mudah dilupakan dalam hidup perkuliahannya. Usai PBAK, Siti mengaku siap memasuki dunia perkuliahan dan mengukir berbagai prestasi disini.

Syarifatul Adibah

Comments