News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

PBAK dan Jasa Pembuat Atribut

diposting pada tanggal 12 Agt 2017 22.34 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tinggal menghitung hari. Mahasiswa baru (Maba) silih berganti mendatangi stand-stand pendaftaran ulang, mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga jurusan. Pada saat daftar ulang, maba diminta meng-input data diri, diberi panduan untuk mengikuti PBAK dan diperbolehkan bertanya mengenai jurusan yang telah mereka pilih lebih dalam. Satu lagi yang khas dari PBAK, apalagi kalau bukan pernak-pernik atribut yang unik, mulai dari selempang sampai name tag yang mencirikan maba antar fakultas. Tidak sedikit orang dan mahasiswa yang melihat hal ini sebagai peluang bisnis dengan membandrol harga mulai dari Rp 25.000,- mereka dengan mudah menyediakan atribut PBAK sesuai dengan pesanan maba.

Ketua pelaksana PBAK Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Idham Halid menuturkan, baginya hal ini tidak masalah, sah-sah saja karena semua orang berhak melihat peluang ekonomi dari euforia PBAK. Menjadi salah apabila panitia PBAK jika mengharuskan maba untuk membeli atribut pada oknum tertentu. “Atribut PBAK hadir sebagai identitas maba tentunya dengan warna khas fakultas, sehingga memudahkan maba saling mengenal satu sama lain,” ujar Idham. Soal maba mendapatkannya dengan membuat sendiri atau menggunakan jasa orang lain, hal tersebut bukan masalah, karna bagi Idham, maba diberikan kebebasan memilih alternatif yang membuat mereka enjoy dan tidak terbebani dengan diadakannya PBAK.

Maba Fakultas Psikologi, Denaya Saraswaty mengaku, dirinya menggunakan jasa pembuatan atribut yang membuka lapak di jalan pesanggrahan untuk mendapatkan atribut PBAK berupa selempang. Denaya menambahkan, dirinya mendapat informasi jasa tersebut dari teman maba yang menggunakan jasa yang sama. Alasan Denaya menggunakan jasa tersebut karena takut melakukan kesalahan bila membuat atribut sendiri. “Dengan adanya jasa pembuatan atribut, hadirnya jasa seperti ini membantu maba yang masih awam terhadap lingkungan kampus dan pastinya memudahkan maba yang sedang berada pada masa peralihan,” tutur Denaya. Perempuan asli Sukabumi ini menambahkan, apalagi untuk mahasiswa rantau seperti dirinya yang jauh-jauh datang ke Jakarta hanya untuk daftar ulang PBAK, jasa pembuatan atribut memberikan celah untuk bernafas ditengah-tengah kesibukan mencari kamar kosan.

Syarifatul Adibah

Comments