News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Pelamar Beasiswa Bidikmisi Ramai Datangi Gedung Kemahasiswaan

diposting pada tanggal 4 Sep 2017 11.14 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Pelamar Beasiswa Bidikmisi mendatangi gedung kemahasiswaan guna penyerahan berkas

Pelaksanaan Beasiswa Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi mahasiswa kurang mampu secara finansial dan memiliki potensi akademik, menjadi alternatif pilihan bagi mahasiswa pemburu beasiswa di UIN Jakarta. Pendaftaran online Bidikmisi dibuka sejak 9 Mei dan ditutup pada 27 Agustus lalu. Setelah sepekan ditutupnya pendaftaran, kini pelamar Bidikmisi berbondong-bondong mendatangi gedung kemahasiswaan guna menyerahkan berkas yang diperlukan. Penyerahan berkas yang dimulai pada Selasa (29/8) akan terus berlangsung sampai Jumat (8/9) mendatang.

Senin (4/9) kemarin merupakan hari keempat penyerahan berkas. Kendati demikian, pelamar Beasiswa Bidikmisi dari Fakultas Ushuluddin (FU) dan Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) terlihat masih ramai mendatangi gedung kemahasiswaan guna memproses keperluan berkas-berkas yang dibutuhkan.

Koordinator tim verifikasi, Apipudin mengungkapkan, jumlah pelamar Beasiswa Bidikmisi tahun lalu dua kalilipat lebih banyak dari tahun ini. Jumlah pendaftar di tahun ini menurun hingga setengahnya. Ia mengaku, hal ini disebabkan sudah berlakunya sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Jakarta. Sehingga, calon pelamar beasiswa hanyalah yang berasal dari golongan satu alias yang kurang mampu saja.

“Tidak ada yang membedakan proses pendaftaran antara tahun ini dengan tahun sebelumnya. Namun di tahun sebelumnya pendaftaran online masih belum terorganisir dengan baik, sementara di tahun ini pendaftaran online sudah lebih dioptimalkan sehingga pelamar beasiswa akan lebih dimudahkan,” ungkap Apip.

Lebih jauh, lelaki berkacamata ini memaparkan bahwa setiap harinya terdapat sekitar 150 orang pelamar beasiswa yang menyerahkan berkas. Meskipun pemberkasan baru dibuka pukul 09.00 WIB, belasan mahasiswa pelamar Bidikmisi sudah menyatroni gedung kemahasiswaan. Pemberkasan baru ditutup pukul 15.00 WIB. Menyoal kriteria penerima beasiswa, Apip mengaku tidak ada kriteria khusus. Menurutnya, dua syarat utama yaitu kurang mampu secara finansial yang dapat dibuktikan melalui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diperoleh dari kelurahan, serta memiliki prestasi akademik yang dapat dibuktikan dengan sertifikat perlombaan dan lain sebagainya.

Tak sampai disitu, Apip juga berharap agar dengan adanya Beasiswa Bidikmisi yang merupakan wujud investasi negara terhadap mahasiswa generasi penerus bangsa ini, mahasiswa dapat memperoleh ilmu tanpa dihalangi oleh kendala finansial agar nantinya ilmu tersebut dapat diabdikan kembali bagi negara.

Mahasiswi (FU) jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir semester satu bernama Ikrimah mengaku sangat senang dan bersyukur dengan dibukanya Beasiswa Bidikmisi ini. Ia berpendapat, dirinya yang merasa kurang mampu dapat terbantu dengan dibukanya beasiswa ini. Kendati banyak pesaing, Ikri tak merasa khawatir sebab baginya, kun fayaakun jika Allah SWT menghendaki dirinya untuk menjadi penerima beasiswa, maka hal tersebut tidaklah mustahil bagi Allah.

(Faizah Fitriah)

Comments