News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Pemerintah Adakan Program Bantuan Sosial Nontunai, Civitas Akademika UIN Berikan Tanggapan

diposting pada tanggal 18 Feb 2018 08.51 oleh RDK FM UIN Jakarta

Awal tahun 2018, pemerintah terus  menunjukkan komitmennya untuk memperluas penyaluran program bantuan sosial non tunai kepada masyarakat. Sejak awal pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, jumlah penerima program bantuan sosial non tunai yang telah disalurkan oleh pemerintah terus bertambah yang menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kepala jurusan (Kajur) Kesejahteraan Sosial (Kessos), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Lismawati menjelaskan, bantuan non tunai berbentuk e-money memiliki plus minus. Menurutnya, kelebihannya adalah masyarakat tidak perlu lagi menggunakan uang tunai kemana-mana dan digantikan dalam bentuk kartu atau disebut cashless society. Ia menjelaskan, untuk substansi bantuannya sendiri secara detil masih ada hambatannya, seperti banyak masyarakat tertentu yang masih belum terbiasa dengan e-money. “Untuk program ini mungkin cocok untuk masyarakat kota yang telah berpikiran modern dan mengenal teknologi, namun tidak dipungkiri karena modernisasi masyarakat pedesaan harus bisa menerima program yang ada dan sampai sekarang tidak sedikit masyarakat yang tinggal di pedesaan kurang memahami cara penggunaan e-money itu sendiri,” kata Lismawati.

Mahasiswa Kessos, Bazlin Fadillah menuturkan, ia mengetahui program ini melalui media sosial instagram. Menurutnya program ini sangat baik, karena uang bisa disalurkan dengan baik secara aman karena sistem keamanannya lebih kuat. Bantuan ini juga menyangkut tiga hal seperti pendidikan, infrastruktur dan kesehatan. “Pada saat ini pendidikan di Indonesia sangat rendah dan kebanyakan masyarakat pedesaan berpikir bahwa pendidikan kurang penting, karena kurangnya biaya dari mereka yang putus sekolah. Tetapi dengan adanya program bantuan dari pemerintah mereka merasa lebih diperhatikan dan bisa melanjutkan pendidikan dengan lebih baik,” ujarnya. Bazlin menambahkan, infrastuktur di Indonesia pun dapat lebih berkembang dan dapat mendukung Indonesia menjadi lebih baik. Dirinya berharap program ini berhasil dan dapat menunjang tigkat pendidikan, pembangunan dan kesehatan di Indonesia untuk mencetak generasi lebih baik dan mempunyai angka harapan hidup yang lebih baik lagi nantinya.

(Syifa Kaltsum)

Comments