News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Pemira UIN Jakarta di Mata Mahasiswa

diposting pada tanggal 8 Des 2016 16.52 oleh Radio RDK UIN Jakarta

credit:google

Pemilihan Umum Raya (Pemira) UIN Jakarta akan dilaksanakan pada Senin (19/12) mendatang. Pemilihan  Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) ini dilaksanakan dari tingkat jurusan atau pogram studi, fakultas, hingga universitas. Berbagai pendapat pun turut mewarnai kontes politik kampus mulai dari antusias, biasa saja, percaya pada demokrasi, dan ada pula yang mencela.

“Dari awal mahasiswa sudah melabelkan UIN sebagai miniatur Indonesia. Jika ada demo terhadap pemerintah Indonesia, lalu ada demo mahasiswa ya wajar. Kalo di Pemira ada permainan politik,  jangan disalahkan karena Indonesia juga bermain politik. Miniatur dengan asli hanya berbeda skala. Pemira memang tidak bisa lepas dari peran mahasiswa, namun perlu diingat bahwa Pemira mencerminkan diri seseorang yang asli. Pilihlah pemimpin bukan berdasarkan teman, melainkan berdasarkan peluang perubahan ke arah yang positif,” papar Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Ilmu Hukum semester 5, Karvin Fadilla. Menurutnya, pemimpin yang diharapkan mahasiswa adalah pemimpin yang mengayomi, bermanfaat, dan menyenangkan.

Berbeda dengan Karvin, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Hubungan Internasional (HI) semester 5, Safira mengatakan, Pemira merupakan kegiatan yang bagus karena bisa menumbuhkan jiwa politik dikalangan mahasiswa. Namun, pemimpin yang diharapkan adalah pemimpin yang mampu mewadahi kepentingan seluruh mahasiswa. “Institusi fakultas atau jurusan bukan milik partai melainkan milik bersama. Sudah seharusnya pemimpin mewadahi kepentingan mahasiswa dan bukan kepentingan partai,” tutup Safira.


(oleh: Ria Umala Idayanti)

Comments