News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Pemkot Tangsel Optimis dapat Tuntaskan Persoalan Sampah

diposting pada tanggal 7 Mei 2017 08.34 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui7 Mei 2017 10.43 ]
Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat diwawancarai mengenai Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Source : Penamerdeka.com

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih menjadi PR Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) adalah sampah. Salah satunya ialah persoalan pembuangan limbah plastik yang berbahaya dan sulit dikelola. persoalan sampah ini bukan hanya persoalan pemerintah dengan swasta saja, akan tetapi persoalan yang melibatkan semua pihak.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengungkapkan, optimis dapat menuntaskan persoalan sampah yang masih berceceran di kota Tangsel. Dilansir dari beritatangsel.com pada 3 Mei lalu, bersama PT. Hero group membentuk sepuluh rumah yang dijadikan pionir dalam mengembangkan hidroponik, sehingga sepuluh rumah dapat memberi contoh dan mengembangkan kerumah yang lain. Diharapkan sampah yang dihasilkan 800 ton dalam sehari di kota tangsel akan berkurang. “Menanggapi masalah sampah yang bertumpuk, berkerjasama juga dengan PLT lingkungan hidup, mempunyai langkah untuk merubah sampah menjadi energi listrik tenaga sampah dengan cara mengundang investor untuk mengadakan beauty contest penanganan sampah,” papar Benyamin. Untuk teknologi tersebut, dibutuhkan 1000 ton sampah untuk mencapai 1500 mega watt sampah setiap harinya, dengan cara tersebut diharapkan sampah di tangsel dapat berkurang.

Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita, Risma mengungkapkan, bahaya sampah terhadap lingkungan ialah cairan rembasan sampah dapat mencemari sungai dan tanah. “Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati, selain itu dampak sampah juga menimbulkan bau kurang sedap,” kata Risma. Risma menambahkan, persoalan sampah bukan hanya masalah di Pemkot Tangsel saja, bahkan di UIN Jakarta pun masih jadi persoalan. Risma berharap, mahasiswa bias sadar akan persoalan sampah.

(Shari Ayu Saraswati)

Comments