News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Penerimaan Calon Penghuni Asrama UIN Jakarta

diposting pada tanggal 5 Jul 2017 08.10 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui5 Jul 2017 08.37 ]
Mabna syaikh nawawi sebagai salah satu asrama di mahad al jamiah

UIN Jakarta selaku kampus berbasis islam sudah mulai melakukan cek kesehatan serta pendaftaran ulang bagi beberapa calon mahasiswa baru yang telah lolos. selain telah melakukan proses cek kesehatan dan daftar ulang, pihak UIN Jakarta juga sudah mulai membuka pendaftaran kepada yang berminat menempati asrama. Pihak yang mengurus asrama tersebut adalah Ma’had Al-jami’ah. Ma’had Al-jami’ah selaku pengurus seluruh asrama di UIN Jakarta sudah mulai membuka pendaftaran sejak 9 Mei dimulai dari penerimaan untuk calon mahasiswa yang lulus melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), sampai 18 Agustus nanti bagi calon mahasiswa melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri. Pendaftaran dapat dilakukan di ruangan Ma’had Al-jami’ah sebelah gedung kemahasiswaan UIN Jakarta.

Kepala pengurus penerimaan Ma’had Al-jami’ah, Zainudin mengatakan, untuk tes dalam penerimaan calon mahasantri, tidak ada bedanya dengan tahun lalu yaitu tes mengaji, wawancara bahasa Inggris atau bahasa Arab dan tes komitmen. “Untuk biaya pun sama, nominalnya sebesar RP 3.500.000,- per tahun, hal yang berbeda terdapat di asrama putri,” jelas Zainudin. Zainudin menambahkan, mulai tahun ini asrama putri hanya diperkenankan bagi calon mahasantri dari luar daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Alasan dari kebijakan tersebut adalah keterbatasan kamar, sehingga lebih diprioritaskan bagi orang-orang jauh saja.

Selain itu, Zainudin mengungkapkan, untuk asrama putra karena memiliki dua asrama, yakni Mabna Syaikh Abdul Karim dan Mabna Syaikh Nawawi, maka bagi pendaftar asrama akan diprioritaskan memenuhi Mabna Syaikh Abdul Karim dahulu. “Jika sudah penuh, maka baru diletakkan di Mabna Syaikh Nawawi, sebab mabna syaikh nawawi juga akan menampung para mahasantri penerima beasiswa,” tutur Zainudin. Untuk para pengurus asrama atau yang biasa disebut mudabbir, nantinya akan ada seleksi lagi bagi yang ingin memperpanjang. Jika dirasa masih layak menjadi mudabbir, maka akan tetap melanjutkan tugas mudabbirnya. Zainudin menuturkan, pembagian kamar akan dilakukan sebelum masuk kuliah dan sudah bisa ditempati sejak tanggal 21 Agustus 2017.

Salah satu mahasantri yang mendaftar tahun 2016 lalu, Lukman Fahrurizal mengatakan, dirinya dan beberapa rekan ingin memperpanjang masa tinggalnya di asrama. “Hal-hal yang perlu dilakukan untuk memperpanjang masa tinggal hanya dengan meminta surat rekomendasi dari pengasuh asrama dan tidak perlu melakukan tes lagi,” kata Lukman. Selain itu, pendaftaran bagi yang memperpanjang juga memiliki jadwal yang lebih fleksibel bisa kapan saja selagi berada di kampus. “Jadi, tidak masalah jika masuk belakangan di asrama,” sambung Lukman. Lukman juga menuturkan, untuk mahasantri yang sudah habis masa tinggalnya di asrama diberi waktu hingga 31 Juli 2017 untuk memindahkan barang-barangnya. Jika melewati batas waktu, barang tersebut akan disimpan di gudang atau dihibahkan sesuai persetujuan pemiliknya.

Fathur alfarizi

Comments