News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Perbandingan Agama “Unjuk Gigi” Lewat Seminar Nasional

diposting pada tanggal 12 Apr 2016 17.42 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Jurusan Perbandingan Agama (PA) Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, gelar Seminar Nasional (semnas) dan Bedah Buku dengan mengusung tema “Wajah Studi Agama-Agama” jurusan Perbandingan Agama Menatap Masa Depan : Problem, Prospek dan Harapan Selasa (12/04) di Teater lantai 4 FU. Sebanyak 150 orang tercatat sebagai peserta dari berbagai komunitas.

Menghadirkan 3 orang narasumber yakni Ahmad Muttaqin Ph.D. ketua jurusan PA di  UIN Yogyakarta, Ahmad Afnan Anshori M.A dari UIN Walisongo Semarang dan Dr.Media Zainul bahri M.A selaku dosen PA UIN Jakarta, serta penulis buku Wajah Studi Agama. Semnas ini membahas sejarah perkembangan ilmu-ilmu agama sejak tahun 1960an, ketika awal perkembangannya di Indonesia dimulai dari sebuah komunitas Teosofi. Ahmad Afnan Anshori,M.A Kepala Jurusan PA Walisongo dalam semnas membawakan tema Perbandingan Studi Agama : Membangun Moment Klatur, Membuat Eksistensu, Melacak Relevansi.


Penulis buku Wajah Studi Agama-Agama Dr.Media Zainul Bahri membawakan tema lain berupa -teaching religionus in islamic higher education comparative religion to religious studies-. "Seseorang harus mengetahui terlebih dahulu mengenai cara menghadapi sejarah perbedaan agama dimasa mendatang," ungkap si penulis.


"Jurusan PA bukanlah jurusan ekstrem yang harus dihindari," ujar Sekretaris Jurusan Perbandingan Agama Dra.Halimah Mahmudy M.A. Ia melanjutkan, namun sebagai penambah wawasan  mengenai perbedaan unsur teologi pada semua agama. "Seharusnya setiap orang mampu menerima pluralisme yang sudah diakui keberadaannya di Indonesia," tambahnya. Halimah berharap, melalui semnas ini banyak orang yang mampu menyikapi dengan bijak persoalan lahirnya beragam macam agama, melahirkan perdamaian dan mengatasi konflik. "Karena tak dapat dipungkiri, bahwa perkembangan lahirnya agama baru mengikuti perkembangan manusia itu sendiri," tutupnya.


(oleh : nida muharram kumala sari)
Comments