News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional

diposting pada tanggal 30 Agt 2017 17.40 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Banyaknya kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, selalu menjadi sorotan para aktivis di tanah air. Kasus-kasus tersebut selalu menjadi topik dan pembicaraan yang tak terselesaikan, disebabkan pengusutan kasus yang tak kunjung mencapai kebenaran. Maka, bertepatan dengan tanggal 30 Agustus, diperingati sebagai hari Anti Penghilangan Paksa Internasional. Sejumlah aktivis dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) memperingatinya dengan meminta presiden Indonesia, Joko Widodo untuk memulangkan para korban yang telah hilang secara paksa.

Dilansir dari detik.com, kepala divisi hak sipil dan politik komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan (Kontras), Putri Kanesia mengatakan, selain momentum harinya yang pas tetapi juga ingin mengingatkan pemerintah bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, pernah mengeluarkan rekomendasi terkait penghilangan paksa di Indonesia. Namun, lanjut Putri, rekomendasi tersebut sampai saat ini belum dilaksanakan. “Maka, momentum sekarang ini cocok sekali digunakan untuk menagih janji rekomendasi tersebut, sebab menurut data yang terhimpun oleh Kontras sejak tahun 1965 sudah ada sekitar 500 ribu hingga 1 juta orang yang hilang secara paksa,” papar Putri. Putri mengatakan, tidak ada yang dapat memastikan apakah kondisi orang-orang itu dalam keadaan hidup atau sudah meninggal hingga sekarang. Putri juga menambahkan, penghilangan paksa ini termasuk sebagai kejahatan berkelanjutan yang setiap saat dapat saja terjadi.

Masih berkaitan dengan hal itu, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, jurusan Sosiologi semester 3, Arief mengatakan, pelanggaran-pelanggaran HAM itu telah menjadi permasalahan yang tidak pernah terselesaikan. “Pemerintah pun yang memberi janji penuntasan sejak presiden-presiden yang lalu, nyatanya tidak pernah ada jalan keluar,” ucap Arief. Jika pemerintah serius mengusutnya, tentunya tidak akan berlarut-larut seperti ini. Maka, peringatan hari anti penghilangan paksa internasional akan menjadi waktu yang pas untuk menaikkan kembali semangat-semangat keadilan.

Fathur Alfarizi

Comments