News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Mahasiswa Berikan Tanggapan

diposting pada tanggal 21 Feb 2018 16.43 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Source: Google

Hari Peduli Sampah Nasional 
(HPSN) diperingati setiap 21 Februari. Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkan 21 Februari 2006, sebagai HPSN untuk pertama kalinya. Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Sekretaris Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Kembara Insani Ibnu Batuttah (Ranita), Solehuddin menanggapi, KMPLHK Ranita sebagai organisasi yang bergerak di bidang lingkungan juga memperingati HPSN, tetapi dengan sesuai kapasitasnya. Solehuddin juga menjelaskan, HPSN sendiri hanya sebagai ceremonial, dan kegiatan peduli sampah ini harus tetap dijalankan setiap hari. Mahasiswa yang biasa disapa Nabe ini melihat, kepedulian terhadap sampah itu harus dilihat dari mahasiswa, jika mahasiswa  yang beraktivitas di lingkungan kampus saja tidak bisa peka terhadap lingkungan, bagaimana masyarakat hidup di lingkungan luar. “Sejauh ini saya melihat civitas akademika UIN Jakarta sendiri belum memiliki kepekaan terhadap sampah, deperti pengelolaan sampahnya, peraturan-peraturanya bahkan penekanan untuk membuang sampah pada tempatnya pun masih kurang. Padahal pihak UIN sudah menyediakan tempat sampah yang cukup di area kampus,” ujarnya.

Nabe menuturkan, sebenernya yang dibutuhkan mahasiswa terhadap sampah bukan hanya kepekaan saja, tetapi juga pemahaman. Menurutnya, memberikan pemahaman sangat penting, karena dengan memberikan pemahaman, akan menumbuhkan rasa tanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan. “Dengan pemahaman terhadap sampah, mahasiswa akan mampu mengerti bahaya dan manfaat sampah, sebab tidak semua sampah itu akan menjadi tak berguna dan juga bahaya sampah sendiri bukan hanya sekadar berasal dari sampah yang berserakan dimana-mana, tetapi juga bahaya sampah juga berasal dari pembakaran sampah tersebut,” jelasnya. Nabe berpesan, agar mahasiswa bersama-sama mampu meningkatkan pemahaman sampah dan lingkungan sekitar.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis, Muhammad Ilham Fauzan mengungkapkan, dirinya sungguh miris melihat masyarakat yang beramai-ramai mencanangkan HPSN kali ini. Menurutnya, padahal jika dipikirkan dengan baik, kepedulian sampah tidak harus menunggu di HPSN ini, karena sudah tanggungjawab bersama untuk peka terhadap lingkungan setiap saat. “Seharusnya HPSN ini bukan sekadar memperingati saja, tetapi sebagai penambah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar terutama sampah,” komentarnya.

(Anggara Purissta)

Comments