News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Permohonan Maaf Dr.Sunandar Terkait Postingannya

diposting pada tanggal 9 Jan 2017 09.36 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui9 Jan 2017 09.43 ]
Suasana Mediasi Dr. Sunandar MA dengan Pihak Asshidiqiyah di Theater dua Aqib Suminto FDIKOM


Forum mediasi antara dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) Dr. Sunandar Ibnu Noer M.Ag dengan alumni pondok pesantren Asshidiqiyah terkait isu penghinaan terhadap Kiai Assidiqiyah dan juga Dosen UIN Jakarta KH. Nur Iskandar yang sakit oleh akun sosial media milik Dr. Sunandar, telah digelar jam 14:00-15.30 di teater 2 Aqib Suminto FDIKOM Senin (9/1). Mediasi yang difasilitasi oleh Dekan FDIKOM Dr. Arif Subhan, M.A ini dihadiri oleh lebih dari 200 orang, diantaranya dosen FDIKOM, perwakilan keluarga KH. Nur Iskandar, pengajar Ashidiqiyah, Ikatan Alumni Asshidiqiyah (IKLAS), santri asshidiqiyah, dan beberapa alumni assidiqiyah yang sedang kuliah di UIN Jakarta.

‘’Pertama mengucapkan beribu maaf atas keteledoran dan kekhilafan sebagai manusia biasa, yang selama ini ditulis dalam postingan akun facebook berisi tentang artikel dakwah, muhasabah dan kontemplasi. Pada waktu itu kronologisnya posisi dalam keadaan berbaring setelah pulang membimbing umrah, Dr. Sunandar menonton sidang kesaksian sidang Ahok lalu ada kesaksian Sarlito Wirawan atau yang akrab dipanggil Kiai Nur, hal ini membuat Sunandar fokus tentang kesaksian lalu dipublikasikan tanpa membaca lebih cermat. Setelah tidur satu jam dibangunkan oleh istri dan dikasih tahu tentang tanggapan postingan yang saya kirim di faceebook. Dalam komentar postingan terdapat pro dan kontra yang sangat menyayangkan prilaku tersebut,’’ ungkap dosen FDIKOM, Dr. Sunandar M.A.

Dr. Sunandar menambahkan, beberapa hari lalu beliau menghadap Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Dede Rosyada, MA dan menjelaskan kronologi yang sebenarnya, Dr. Sunandar mengaku  memposting kiriman orang tanpa dibaca dengan cermat dan sudah meminta maaf di facebook. Akhirnya rektor meminta Dekan FDIKOM  untuk menjembatani pertemuan antara Dr. Sunandar dengan pihak asshidiqiyah.

Dr. Sunandar melanjutkan, dirinya beserta sebagian alumni pondok pesantren gontor yang lain bersedia untuk meminta maaf langsung sekaligus bersilaturrahmi kepada Kiai Nur.

Sekretaris Jendral (SEKJEN) IKLAS, Tb Ardi Yanuar menyatakan, sebetulnya kedatangan dari pihak assidiqiyah, baik keluarga, alumni maupun santri, merupakan reaksi dari pada aksi yang dilakukan oleh salah satu dosen FDIKOM Dr. sunandar. ‘’Ini bukanlah sebuah aksi, melainkan reaksi menyikapi status yang di posting Dr. Sunandar terkait penghinaan terhadap kiai Asshidiqiyah dalam akun facebooknya,’’ imbuh Ardi.

Ardi memaparkan bahwa pihak Asshidiqiyah merupakan santri, dan  santri punya sifat sami’na wa atho’na, ‘’Kalau pak kiai sudah memaafkan otomatis kami juga memaafkan. kiai nur juga Insyaallah memaafkan, intinya kuncinya ada apada kiyai Nur,’’ tutupnya.


(oleh: Juliah)


Comments