News‎ > ‎

Berita Nasional



Batas Akhir Pembayaran PBB

diposting pada tanggal 30 Agt 2017 17.33 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Membayar pajak merupakan kewajiban setiap warga negara. Sama halnya dengan membayar Pajak Bumi dan Bangungan (PBB) yang diwajibkan bagi setiap warga yang memiliki tanah, bangunan, atau properti. Hari ini (31/8) merupakan waktu terakhir pembayaran PBB. Jika melebihi tempo yang ditentukan, maka akan terkena denda.

Kepala desa Cipayung, Ciputat, H. Mahmuddin, MH., mengatakan, pembayaran PBB jatuh tempo pada 31 Agustus. “Jika membayar melebihi tanggal tersebut maka dikenakan denda sebesar 2% pada setiap bulannya, sesuai yang ditanggung wajib pajak,” jelas haji Mahmud. Mahmud menjelaskan, dalam Undang-Undang Dasar (UUD) pasal 12 dijelaskan permukaan bumi meliputi tanah, perairan, rawa-rawa, dan seluruh dataran yang ada di wilayah negara Indonesia. Sementara bangunan merupakan kontruksi yang ditanam atau diletakan secara tetap pada tanah atau perairan yang dijadikan tempat tinggal ataupun usaha. Mahmud menambahkan, wajib bagi setiap masyarakat yang memiliki bangunan atau tanah untuk membayar pajak. Karena, masyarakat yang baik adalah masyarakat yang taat pada peraturan pajak.

Hubungan masyarakat (humas) Kelurahan Cipayung, Ciputat, Mega Romala mengatakan, membayar PBB bisa dilakukan secara online dan offline. “Pembayaran online bisa dilakukan melalui bank atau anjungan tunai mandiri (ATM) untuk pembayaran bank melalui bank Jawa Barat Banten (BJB),” jelas Mega. Mega juga mengatakan, pembayaran offline dapat dilakukan di kantor pos. Ada juga petugas khusus pemungut PBB yang ditunjuk resmi dari kelurahan. Mega menuturkan, 2 minggu yang lalu telah dilakukan pemungutan pajak oleh petugas kelurahan Cipayung, antusias masyarakat sangat tinggi, dibandingkan ketika harus mengantri bayar melalui teller bank.

Naila Fitri

Viral Video Bola Nasi Memantul, Indikasikan Beras Plastik. Irvan Kartawiria: “Itu Tidak Betul”

diposting pada tanggal 28 Agt 2017 09.08 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Belum lama ini, jejaring media sosial sempat dihebohkan dengan viralnya video yang menampilkan karyawati di sebuah kantor yang nampak sedang membulat-bulatkan nasi demi membuktikan sebuah fakta yang ternyata salah. Dalam video berdurasi kurang dari 2 menit itu, karyawati tersebut beserta beberapa orang rekannya membuat pernyataan kontroversi. Di mana, ia mengklaim bahwa nasi yang ia bulatkan itu dapat memantul seperti squishy, sehingga dirinya dengan berani dan gamblang mengklaim bahwa nasi boks yang ia pesan dari sebuah rumah makan padang, merupakan nasi yang berasal dari beras plastik.

Video yang mulai viral sejak seminggu yang lalu itu tepatnya 21 Agustus, telah berhasil menyedot perhatian netizen. Tak ayal, hal ini kemudian juga sampai ke telinga Dr. Irvan Setiadi Kartawiria, ST., M.Sc., atau yang akrab disapa Irvan Karta. Dosen yang memperoleh gelar magisternya di university of new south wales itu menepis statement karyawati tersebut dengan membuat teori eksperimen di akun vlog-nya dan membuat penjelasannya dalam akun twitter-nya. Dalam cuitannya, ia menjabarkan bahwa beras mengandung pati alias karbo dan sebagian besar karbo tersebut berjenis amilosa dan amilopektin.

Lebih lanjut irvan memaparkan, semakin tinggi kadar amilopektin maka akan semakin pulen nasi tersebut. “Sementara jika semakin tinggi kadar amilosa pada suatu beras, maka nantinya akan semakin pera’ nasi tersebut,” jelas Irvan. Dosen yang juga merupakan komika jebolan salah satu ajang stand up comedy di stasiun tv swasta itu menambahkan, saat nasi dikepal-kepal untuk dibentuk bulat, saat itu terjadi proses gelatinisasi, di mana nasi akan mengeluarkan patinya yang kemudian berubah menjadi gel. “Itulah alasan mengapa nasi tersebut dapat memantul,” tambahnya. Terakhir, Irvan berpesan agar menjadi netizen yang cerdas, serta tidak mudah menyimpulkan suatu hal yang belum teruji kebenarannya, sehingga tiada pihak yang dirugikan.

Seorang pegawai rumah makan padang yang terletak di jalan Pesanggrahan kampus 1 UIN Jakarta, berinisial A-R mengungkapkan, kekecewaannya terhadap perilaku karyawati tersebut yang ia nilai dapat mematikan usaha seseorang. “Tidak seharusnya karyawati tersebut membuat kesimpulan terhadap sesuatu yang tidak ia pahami secara ilmiahnya,” tutur A-R. Kendati demikian, A-R mengaku tidak mengalami masalah dengan jumlah konsumen rumah makannya. Namun, A-R tetap berharap agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Faizah Fitriah

Kemenag Menetapkan Jatuhnya 1 Dzulhijjah

diposting pada tanggal 23 Agt 2017 17.19 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui23 Agt 2017 17.19 ]

Penetapan awal Dzulhijjah oleh Kemenag

Kementerian agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar sidang isbat pada 22 Agustus lalu untuk menentukan tanggal 1 bulan dzulhijjah. Sidang isbat tersebut dilaksanakan di Auditorium H.M Rasjidi di kantor Kemenag pada Selasa (22/8) sore. Berdasarkan sidang tersebut, ditetapkan bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 23 Agustus 2017. Maka, berdasarkan perhitungan maka hari raya idul adha akan bertepatan pada hari Jum’at 1 September 2017. Penetapan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen)  Kemenag Republik Indonesia, Nur Syam.

Dilansir dari viva.co.id, Nur Syam mengatakan, hari Rabu (23/8) ini sudah menginjak bulan Dzulhijjah dan hari raya Idul Adha yang menurut perhitungannya adalah 10 hari setelahnya, maka akan terjadi pada 1 September nanti. Nur Syam juga dapat memastikan, pelaksanaan Idul Adha antara Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah akan berbarengan. Dirinya mengucap syukur karena pelaksanaan hari raya nanti akan berbarengan dan tanpa adanya perbedaan layaknya waktu-waktu yang lalu.

Dengan dipastikannya bulan Dzulhijjah akan dimulai sejak hari Rabu, salah satu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Muhammad Soleh Hasan, Lc, MA., menanggapi hal tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang akan terlaksana pada Idul Adha nanti akan menjadi momentum rekatnya umat islam di Indonesia yang belakangan ini banyak dihantam oleh banyak isu, salah satunya isu politik.

Penetapan Dzulhijjah oleh Kemenag sendiri juga menjadi arahan kapan terlaksananya idul adha 1438 Hijriyah. “Sebab, masyarakat dapat mempersiapkan harta serta rezekinya untuk diubah menjadi hewan kurban yang nantinya dapat membantu banyak umat yang membutuhkan,” tutur Soleh. Tak lupa, Soleh menambahkan, bagi orang-orang yang tidak mampu untuk membeli hewan kurban maka bisa meningkatkan amalan sunnah lainnya seperti salat, sedekah, serta puasa. Soleh mengharapkan di bulan Dzulhijjah ini akan ada banyak kenikmatan yang didapatkan di ujung tahun dalam kalender Islam.

Fathur Alfarizi

Paskibraka Kota Tangsel Sukses Mengibarkan Bendera Pusaka

diposting pada tanggal 17 Agt 2017 07.56 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Saat pengukuhan anggota Paskibraka di Gedung Graha Widya Bhakti bersama Wali Kota Tangsel dan jajarannya

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah sukses menjalankan misi mengibarkan dan menurukan sang duplikat bendera pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 tahun. Pelaksanaan upacara yang amat sakral dan dipenuhi oleh para pejabat serta tamu undangan tersebut dilakukan di Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel, lapangan Cilenggang.

Airin Rachmi Diany yang menjadi inspektur upacara, memberikan apresiasi dan ucapan selamat telah berhasil tekun latihan dan mampu melewati segala hal. Untuk menjadi seorang Paskibraka bukan hal yang mudah, oleh karena itu harus di beri kebanggan dan penghargaan terhadapa para anggota Paskibraka. Para Paskibraka putra-putri yang terdiri dari SMA di seluruh wilayah Tangsel, sebanyak 50 anggota yang sebelumnya telah dikukuhkan oleh Wali Kota Tangsel pada 15 Agustus lalu di gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek.

Anggota purna Paskibraka Indonesia (PPI) kota Tangsel, Andhika Fradana Raja mengungkapkan rasa haru dan bangga terhadap adik-adik Paskibraka saat melihat prosesi detik-detik bendera sukses di bentangkan dan berkibar. Karena para Paskibraka  mengemban tugas dan amanat yang sangat penting dalam merayakan HUT RI ke 72. “Paskibraka yang menjalankan tugas  mengibarkan maupun menurunkan keduanya sangat penting  dan tidak ada perbedaan apa pun tentang mengibarkan bendera di pagi hari maupun menurunkan bendera di sore hari,” ungkap Andhika.

Paskibraka yang bertugas di pasukan 17 dirgantara, Muhammad Rivan mengungkapkan rasa lega telah berhasil menjalankan tugas bersama rekan-rekan. “Ini semua berhasil karena orang-orang di balik layar yaitu orang tua yang selalu mendukung kegiatan selama itu positif, para pelatih dan para kaka-kaka senior dari PPI yang sabar dan memberikan terus arahan tanpa rasa letih, serta terus memberi motivasi dan semangat mental dan fisik yang diberikan,” papar Rivan. Rivan mengaku, untuk menjadi seorang anggota Paskibraka tidak mudah, butuh pencapaian yang luar bisa untuk bergabung dengan banyak tahap-tahap seleksi yang dihadapi. Rivan menambahkan, harapannya dengan mengukir sejarah sekali dalam seumur hidup dapat menjadi sebuah awal yang baik untuk masa depan Rivan dan para anggota Paskibraka.

Shari Ayu Saraswati

Peringatan Hari Kemerdekaan di Pemukiman Warga

diposting pada tanggal 17 Agt 2017 07.41 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Atribut lengkap khas 17an untuk merayakan hari kemerdekaan

Setiap tahunnya, peringatan hari kemerdekaan selalu menjadi hal menarik bagi warga Indonesia. Pasalnya, peringatan tersebut selain menghormati perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, namun juga diikuti dengan perayaan yang menjadi ciri khas pada setiap tahunnya. Ciri khas tersebut meliputi lomba-lomba tradisional atau yang dapat merekatkan kekompakkan antar sesama. Selain itu, atribut dari wilayah huni masyarakat pun dibuat sedemikian rupa untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan layaknya bendera merah putih, gantungan dan atribut-atribut lain.

Kebiasaan yang nampaknya sudah menjadi tradisi inipun tampaknya juga dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar kampus UIN Jakarta. Salah satu wilayah dekat kampus 2 UIN Jakarta, bertempat di Jalan Sedap Malam menyulap pemukiman padat penduduk. Tempat yang diisi oleh banyak kontrakan itu dihiasi banyak bendera dan gantungan-gantungan khas merah putih.

Salah satu juragan atau pemilik kontrakan di wilayah tersebut, Muhlisin mengungkapkan, memang pemasangan tersebut harus dilakukan tanpa alasan. “Apalagi di wilayah itu banyak penghuni yang berstatus sebagai mahasiswa di UIN Jakarta, harusnya mahasiswa menghormati hari kemerdekaan Indonesia walau hanya sebatas atribut,” ungkap Muhlisin. Sebab, Muhlisin menambahkan, terdapat juga warga imigran asal Somalia yang tinggal di situ. Jadi, atribut seperti bendera tersebut juga sebagai identitas masyarakat. “Mengenai warga yang enggan memasang atau malas membeli bendera, akan dimintai uang sebesar RP 20.000,- tanpa segan dan akan dibelikan bendera serta dibuatkan tongkat panjang yang kemudian akan dihias di wilayah kontrakan,” terang Muhlisin. Karena menurutnya, sifat itu jika dibiarkan maka bisa menular dan dijadikan kebiasaan.

Selain Muhlisin selaku pemilik kontrakan di wilayah itu, salah satu penghuni kontrakan yang berstatus sebagai mahasiswa semester 4 jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dhani Muhammad mengatakan, kalau atribut itu jika dipasang dengan banyak akan mempercantik tampilan kontrakan. “Apalagi tanggal 17 Agustus juga terdapat lomba-lomba yang diselenggarakan secara kecil-kecilan, pastinya bisa membuat masyarakat disitu bisa menikmati perayaan hari kemerdekaan indonesia,” pungkas Dhani.

Fathur Alfarizi

Singel Baru JKT 48 Siap Tembus Rekor Muri

diposting pada tanggal 12 Agt 2017 22.41 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Foto bersama JKT 48 beserta tim

Siapa yang tak kenal idol grup JKT 48? Sister group asal negara tirai bambu AKB 48 ini dibentuk sejak 2011 silam. Mengadopsi konsep AKB 48 yaitu “Idol you can meet” fans idol grup yang akrab disapa wota ini dapat menyaksikan perform JKT 48 hampir setiap hari di teather JKT 48 lantai 4 FX Sudirman. Jumat (11/8), JKT 48 menggelar press conference dalam rangka peluncuran single ke-17 nya.

Yang unik dari single kali ini ada pada judulnya yang siap menduduki rekor muri sebagai single dengan judul terpanjang, yaitu “Kesimpulan Yang Sedikit Membuatku Malu Setelah Beberapa Hari Berpikir Akan Berubah Seperti Apakah Hubungan Kita Jika Di Jalan Yang Penuh Pohon Rindang Kukatakan Indahnya Senyum Manismu Dalam Mimpiku” atau yang akrab disingkat menjadi “Indahnya Senyum Manismu”. Single ini merupakan bagian dari pemilihan member single ke-17 yang telah diadakan oleh JKT 48. Yang istimewanya lagi, para fans ikut menentukan langsung siapa saja member yang akan tampil pada single ini dengan cara voting.

Andre Norman dari Hits Record, label yang menaungi lahirnya single baru JKT 48 memaparkan, single ke-17 ini menjadi single dengan judul terpanjang ke-6 di dunia, sedangkan untuk di Indonesia untuk pertama kalinya dan sedang dalam proses masuk rekor muri. “Untuk penjualan nya sendiri sudah menembus double platinum atau sama dengan lebih 150 ribu copy terjual di pasaran,” ungkap Andre. Andre berharap, single baru JKT 48 ini dapat booming, diterima dan mendapat apresiasi penuh dari masyarakat. Andre juga menambahkan, handshake event untuk single ke-17 kali ini akan diadakan di Granada Ballroom menara 165 pada 3 September mendatang.

Perwakilan management JKT 48, santi andriyan mengungkapkan, single Indahnya Senyum Manismu ini dirilis dalam 2 versi, reguler dan music download card. Santi mengaku, judul yang tidak bisa dibilang pendek ini diambil dari terjemahan lagu versi yang dibawakan AKB 48. Judul yang seharusnya sudah panjang semakin panjang saat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Terlambat dari waktu rilis single versi music download card, versi reguler kali ini terkendala pada proses produksi. Mengingat, lokasi shooting music video yang menggunakan salah satu universitas di Jepang membutuhkan perizinan yang cukup rumit. “Meski memiliki judul yang panjang, semoga single JKT 48 kali ini dapat tertanam dibenak masyarakat, tidak hanya judulnya tapi juga musiknya,” tutup Santi.

Syarifatul Adibah

Peringati Pekan Asi Sedunia? Yuk! Suarakan Dukungan

diposting pada tanggal 6 Agt 2017 08.31 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Asosiasi ibu menyusui (Aimi) setiap tahun ikut merayakan pekan asi sedunia yang berlangsung pada tanggal 1 hingga 7 Agustus. Tahun ini, pekan asi sedunia yang lebih dikenal dengan World Breastfeeding Week (WBW) mengusung tema “sustaining breastfeeding together” yang bertujuan menekankan dukungan berbagai pihak untuk mencapai kesuksesan menyusui yang selaras dengan tema tersebut. Memasuki usia yang ke 11 tahun, Aimi meluncurkan kampenya pada tahun ini dengan hastag #celebratetheextraordinary yang memiliki misi untuk memberdayakan dan menginspirasi para ibu dan keluarganya melalui pengetahuan dan perhatian yang tepat dari aspek dukungan nutrisi dan sosial sepanjang perjalanan sejak masa kehamilan hingga menyusui.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) program studi Kesehatan Masyarakat semester 3, Putri Sibarani mengatakan, pekan asi sedunia di Indonesia bekerja bersama untuk keberlangsungan pemberian asi yang bertujuan untuk mendukung para ibu menyusui anaknya dari sejak lahir hingga 2 tahun. “Dengan menyuarakan aksi seperti membuat hashtag di media sosial  tersebut, sebagai bukti dukungan dan mensejahterakan para ibu menyusui yang ada di lingkungan sekitar serta menjauhkan para ibu dari beban pikiran yang dapat memengaruhi produksi asi,” ungkap Putri. Putri menambahkan, kecendrungan bahwa jika ibu tidak didukung dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang kesehatan nutrisi ibu hamil dan menyusui dari sistem pendukung sosial mereka, maka kesehatan serta kesejahteraan mereka dapat terkena dampaknya, karena itu penting untuk merayakan pekan asi sedunia.

Mahasiswi Fakultas Psikologi program studi Psikologi, Syanindia Annisa mengungkapkan, menjadi ibu benar-benar merupakan perjalan yang luar biasa karena itu penting bagi para ibu untuk mendapat dukungan penuh dari anggota keluarga. Syanindia menambahkan, dengan merayakan pekan asi sedunia setiap tahunnya dapat berdampak positif, seperti memberdayakan dan menginspirasi para ibu di penjuru dunia dan keluarganya dengan pengetahuan dan perhatian yang tepat bahwa ibu berperan sangat penting bagi tumbuh dan kembang anak yaitu dengan memberikan asi.

Shari Ayu Saraswati

Pemberangkatan Jemaah Haji Wilayah Depok Mulai Berjalan

diposting pada tanggal 31 Jul 2017 08.08 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Foto bersama calo jemaah haji Depok Al-ihsan

Ibadah haji merupakah salah satu ibadah yang memiliki ritus dan spirit yang begitu lengkap, baik dari aspek jasmani maupun rohani yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang mampu. Bertempat di Masjid Akbar Al-hidayah Depok, Senin (31/7) pukul 09.00 WIB, sebanyak 16 calon jemaah haji mengikuti pengajian, halal bihalal dan silaturahmi. Terjadwal, calon jemaah haji kota Depok terbagi menjadi 6 kloter pemberangkatan. Diantaranya, kloter 11 pada 31 Juli, kloter 29 pada 5 Agustus, kloter 36 pada 7 Agustus, kloter 57 pada 14 Agustus, kloter 94 pada 25 Agustus dan kloter 96 pada 26 Agustus. Sesuai jadwal, rombongan jemaah haji kloter 11 telah berangkat ke tanah suci pada 31 Juli dan berkumpul di Balai Kota Depok pukul 12 malam.

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-ihsan, K.H. Arif Rahman Hakim, M.A. mengatakan, sebanyak 1.708 jemaah haji Depok telah selesai melakukan bimbingan manasik haji di tingkat Kecamatan dan terakhir mereka telah mengikuti bimbingan manasik tingkat Kota di Balai Kota Depok pada Sabtu (22/7). “Ada beberapa perubahan informasi tentang haji tahun ini, pemberangkatan dan pemulangan jemaah calon haji yang semula dari bandara Halim Perdana Kusuma dialihkan ke bandara Soekarno Hatta,” ungkap Arif. Arif menjelaskan, bandara Halim Perdana Kusuma mengalami kerusakan landasan pacu. Informasi selanjutnya, mengenai calon haji yang di khawatirkan di rujuk ke rumah sakit agar membawa kartu BPJS dan Kartu Keluarga (KK) jika tidak akan membayar biaya administrasi sendiri. “Dan informasi terakhir, pemberangkatan jemaah haji ke bandara Soekarno Hatta akan di majukan 6,5 jam,” lanjut Arif. Arif berharap, setelah sampai di asrama haji nanti tidak ada calon jamaah haji asal Depok yang dipulangkan. Dirinya meminta agar calon jamaah haji untuk tetap menjaga kesehatan dan bersabar mengikuti tahapan persiapan sampai pemberangkatan.

Calon jemaah haji asal Depok, Neneng Encum Sumiyati menuturkan, perasaan campur aduk antara senang dan sedih karna hitungan hari lagi dirinya akan berangkat ibadah haji. Neneng berharap, semoga ibadah haji yang dilakukan tahun ini dilancarkan dan tidak ada musibah yang dialami seperti jamaah haji tahun lalu.

Seli Nursolihat

Rumah Cantik Annisaa 2017 Present

diposting pada tanggal 26 Jul 2017 14.43 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Rumah Cantik Annisaa (RCA) 2017 mempersembahakan untuk seluruh muslimah di Indonesia, baik mahasiswa UIN Jakarta maupun non UIN Jakarta. dan bagi seluruh usia, mengadakan lomba Inspirasi Annisaa dengan konsep kepenulisan. Adapun persyaratan yang harus dipatuhi yaitu muslimah Indonesia, 1 orang 1 karya, karya berupa essay dengan minimal 800 karakter yang bertemakan merancang kehidupan 10 tahun ke depan, tidak menyinggung suku, ras, agama (Sara), karya orisinil dan peserta wajib mengisi formulir pendaftaran di link (bit.ly/formatpenulisania).

Bagian hubungan masyarakat Inspirasi Annisaa, Eva Rachmawati mengungkapkan, essay dikirim dalam bentuk pdf dan pendaftaran paling lambat 18 Agustus 2017 dan pengiriman naskah paling lambat 19 Agustus 2017. “Bagi pemenang, dibagi menjadi tiga juara, juara 1 mendapatkan Rp 750.000,-, juara 2 mendapatkan Rp 500.000,- dan juara 3 mendapatkan Rp 250.000,- dan ketiga juara tersebut akan mendapatkan sertifikat serta 10 karya terbaik akan diundang secara khusus ke acara bedah buku Annisa.

Salah satu peserta yang sudah mendaftar, Salsabila Izzaturrohmah mengungkapkan, menulis adalah salah satu hobbynya sejak kecil dan merupakan suatu sarana yang amat baik dengan suguhan tema yang amat menarik pula. Mahasiswa UIN Jakarta Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) semester 5 ini menambahkan, dalam setiap rancangan hidup saya 10 tahun ke depan akan dirinya aamiin-kan saat mengetik satu per satu kata dalam lomba kepenulisan tersebut.

Radhina Rifa Muthiah

Oprec Volunteer Hamada Foundation

diposting pada tanggal 26 Jul 2017 14.32 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Berjiwa sosial yang tinggi, berjiwa bagaikan ksatria, itulah gambaran pemuda Indonesia yang berbudi pekerti. Hamada foundation membuka perekrutan bagi pemuda Indonesia yang ingin menjadi agen perubahan dan pembangunan wilayah sekitar dengan perwujudan bergerak bersama menebar manfaat. Adapun persyaratan khusus yaitu berkewarganegaraan Indonesia, usia 17 sampai 25 tahun, jujur, bertanggung jawab dan bisa bekerja dalam tim, serta mengisi formulir pendaftaran online di link (bit.ly/volunteerhamadafoundation).

Kepala bagian hubungan masyarakat volunteer Hamada foundation, Joddy Ridho Subagja mengatakan, bagi pemuda Indonesia yang akan bergabung dengan keluarga hamada foundation, akan mendapatkan sertifikat relawan nasional, relasi nasional dan internasional, serta mendapatkan beasiswa relawan dan peluang mengikuti pelatihan pengembangan diri secara berkala. Joddy menambahkan, pendaftaran dibuka sejak 17 Juli hingga 5 Agustus 2017. “Relawan dari hamada foundation ini, tentunya sudah dikenal pada wilayah-wilayah tertentu dan berkonsentrasi atas bidang pendidikan, sosial dan lingkungan, jadi tunggu apalagi, harapan besar Indonesia ada di tangan pemuda Indonesia,” tambah Joddy.

Salah satu mahasiswa UIN Jakarta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas), yang mengikuti open recruitment (Oprec) volunteer hamada foundation, Shafira nabilah mengungkapkan, dirinya berasal dari Bekasi yang menginginkan Bekasi menjadi kota yang lebih maju lagi dalam bidang apapun. “Potensi manusia dan alam yang bisa di gali dalan kota Bekasi dapat ditinjau dan dibenahi agar bekasi menjadi kota pembaharuan,” jelas Shafira. Tak hanya itu, shafira juga menginginkan agar wilayah di seluruh Indonesia dapat maju dengan segala potensi yang dimiliki wilayah itu.

Radhina Rifa Muthiah  

1-10 of 22