News‎ > ‎

Berita Nasional



Kemenag RI Kenalkan Pendidikan Islam lewat Pameran Internasional

diposting pada tanggal 19 Nov 2017 07.45 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Press conference Intrenational Islamic Education Expo (IIEE)

Pameran Pendidikan Islam Internasional (International Islamic Education Exhibition atau IIEE), diperkirakan akan menjadi event pendidikan terbesar yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI pada akhir 2017. Sejumlah acara yang akan diintegrasikan dalam expo ini antara lain Seminar Internasional Tahunan tentang Studi Islam (Annual International Conference on Islamic Studies atau AICIS), Deklarasi Jakarta, Apresiasi Pendidikan Islam (API), Seminar Internasional tentang Studi Pesantren, dan Pentas Seni Pelajar dan Mahasiswa. Pameran akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Serpong, Tangerang Selatan, dan satu tempat yang menjadi destinasi industri Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE) di Indonesia.

Dilansir dari republika.co.id, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama 4 hari, mulai 21 hingga 24 November 2017. Pameran internasional ini mengangkat konsep, yang bertemakan Pendidikan Islam Indonesia untuk Perdamaian Dunia dan akan dimeriahkan oleh sekitar 200 stand pameran yang disediakan untuk peserta, terdiri dari lembaga-lembaga pendidikan dan mitra dari dalam dan luar negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, Indonesia adalah tujuan yang tepat bagi studi ilmu-ilmu agama. “Selain karena model keislaman yang inklusif, Indonesia juga kaya akan lembaga pendidikan Islam bermutu,” ungkapnya. Pameran ini diyakini akan berjalan meriah karena menampilkan pentas seni pelajar dan mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan terkemuka di Tanah Air.

Acara yang digelar oleh Kementerian Agama RI ini menjadi bagian dari rencana besar menjadikan Indonesia sebagai sentral  pendidikan Islam kelas dunia. Tujuan pameran IIEE diselenggarakan ialah, untuk menampilkan pendidikan Islam Indonesia agar lebih dikenal dengan baik oleh masyarakat luas secara nasional maupun internasional. Dengan mengunjungi pameran diharapkan para pengunjung akan mendapatkan kemanfaatan memperoleh berbagai macam informasi mengenai khazanah pendidikan Islam di Indonesia di masa lampau maupun perkembangannya saat ini.

Direktur Guru dan tenaga pendidikan kemenag, Prof. Suyitno mengatakan, bagi pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Agama RI, pameran ini dianggap penting dan strategis untuk mempromosikan potensi-potensi yang dimiliki. “Indonesia, negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia dan negara berpenduduk muslim yang paling demokratis dengan jumlah penduduk Muslim tak kurang dari 200 juta (87,2% dari total penduduk), menjadikan Islam sebagai agama yang paling dominan di negeri ini,” terangnya.

Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai kawasan dengan beraneka ragam budaya lokal dan berbagai macam etnis serta agama. Meskipun demikian, mereka dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Terbentangnya kawasan indonesia sebagai negara kepulauan juga merupakan potensi tersendiri bagi negeri ini karena telah berkontribusi cukup signifikan terhadap terbentuknya keragaman sosial dan budaya, termasuk pendidikan Islam yang beragam baik dari sisi bentuk maupun praktik pembelajarannya. Perlu diketahui bahwa sejarah pendidikan Islam di Indonesia telah menjadi saksi munculnya sarjana-sarjana  Islam yang berpengaruh melalui karya-karya monumental mereka. Berdasarkan potensi-potensi tersebut, Indonesia layak mendapatkan pengakuan sebagai salah satu pusat peradaban dunia. Keberadaan Islam di Indonesia dengan berbagai sumber daya, baik manusia (intelektual), akademik (karya-karya ilmiah), maupun lembaga (ormas, sekolah, perguruan tinggi), tak pelak lagi patut diketahui secara lebih luas oleh masyarakat internasional.

Shari Ayu Saraswati

DKI Jakarta Tuan Rumah SEA Games 2017, Wagub: “Warga Belajar Gunakan Transportasi Umum”

diposting pada tanggal 13 Nov 2017 09.30 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memantau arena akuatik

Perhelatan olahraga berskala internasional yakni SEA Games akan kembali diadakan untuk yang ke-18 kalinya. Kali ini, giliran Indonesia yang berkesempatan menjadi tuan rumah dalam ajang olahraga bergengsi ini. Diadakan di dua kota yakni Palembang dan Jakarta, persiapan SEA Games sudah mulai nampak dari beberapa waktu lalu, meski acara baru berlangsung Agustus 2018. Di Jakarta sendiri, mulai terlihat pembenahan fasilitas-fasilitas untuk menunjang perlombaan, seperti venue untuk balap sepeda, memanah, pacuan kuda, dan yang kemarin baru dikunjungi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, yaitu venue akuatik di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Minggu (12/11).

Dilansir dari wow.tribunnews.com, Sandiaga Uno menjamin Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mempermudah semua bentuk perizinan yang diperlukan untuk tempat pelaksanaan Asian Games 2018 di Kompleks GBK.

 “Tiga minggu pelaksanaan Asian Games ini akan mempertaruhkan nama Indonesia di mata dunia. Jadi jangan sampai warga Jakarta tidak siap akan hal ini,” tuturnya. Tak sampai di situ, Sandi juga mengatakan bahwa warga harus mulai belajar menggunakan transportasi umum. Pasalnya selama Asian Games berlangsung, akan dibentuk rekayasa peralihan lalu lintas. Hal ini ditujukan agar tiada kemacetan yang menghambat di sekitar venue Asian Games. Pemberlakuan satu lajur ini akan diterapkan di daerah yang melewati venue-venue tersebut.

“Jika masyarakat tidak menggunakan transportasi publik, kemacetan akan semakin parah. Untuk itu akan lebih baik bila menggunakan angkutan umum,” ujarnya. “Saya juga mengimbau masyarakat untuk mencari alternatif jalur lainnya,” lanjut Sandi.

Lebih dari itu, Sandi juga melakukan rapat bersama untuk mempersiapkan kelanjutan sarana prasarana penunjang ajang olahraga empat tahunan itu. Saat rapat, Sandi memastikan akan mempermudah perizinan venue Asian Games di Kompleks GBK.

Sementara itu, mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) bernama Elva Nurfadilah mengaku, sebagai warga Jakarta, dirinya tak keberatan bila harus menggunakan transportasi umum selama acara Asian Games berlangsung. Namun ia juga berharap agar dengan penggunaan transportasi umum tersebut jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan momentum tersebut dengan tindak kecurangan, “Ya, semoga saja nggak ada oknum angkutan yang menaikkan tarif transportasi dengan alasan yang tidak jelas,” harap Elva.

(Faizah Fitriah)

Peringati Hari Pahlawan Bersama Para veteran

diposting pada tanggal 12 Nov 2017 16.21 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie saat bersalaman dengan para veteran di Kota Tangsel 
setelah upacara peringatan Hari Pahlawan di Cilenggang Tangsel

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaksanakan upacara bendera di Lapangan Cilenggang, Serpong, Tangsel pada Jumat, (10/11). Suasana khidmat terlihat di Lapangan Cilenggang. Para pejabat, anggota TNI, Polri, serta pelajar dan organisasi masyarakat (ormas) berbaris dengan rapi mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan. Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang turut hadir sekaligus menjadi inspektur upacara, mengundang sebanyak 15 dari 20 veteran pejuang kemerdekaan yang berada di Kota Tangsel untuk hadir. Setelah selesai melaksanakan upacara peringatan, Airin bersama Wakil Walikota Benyamin Davnie serta para pejabat dan anggota TNI/Polri mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu, Kecamatan Setu. untuk menabur bunga ke sejumlah makam pahlawan.

 

Airin Rachmi Diany mengatakan, momentum peringatan 10 November ini harus bisa dijadikan untuk memperbaiki bangsa menjadi lebih baik lagi. “Ini sebagai momen, untuk bisa memperbaiki Indonesia karena para pahlawan dengan pantang menyerah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,” ujar Airin.

Tak hanya itu, ini sebagai bentuk untuk seluruh lapisan masyarakat agar bersemengat dalam persatuan Indonesia, Airin berharap dengan memperingati Hari Pahlawan 10 November masyarakat bisa berjuang untuk bisa menjadi pahlawan bagi dirinya dan bagi Indonesia. “Diharapkan membangkitkan semangat kebangsaan dan juga menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan Indonesia, kami mengajak untuk berjuang, berkarya untuk menjadi pahlawan diri sendiri maupun pahlawan untuk lingkungan, pahlawan untuk masyarakat dan pahlawan untuk negeri Indonesia,” tambah Airin.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie dalam sambutannya  mengatakan, setiap tanggal 10 November seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, mengenang para pahlawan dan perintis kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itulah, maka peringatan Hari Pahlawan di Kota Tangsel mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”. Para pahlawan  dengan segenap pemikiran, tindakan, dan gerakan perjuangan kolektif yang dilakukan sehingga saat ini kita bisa menikmati hidup di Indonesia sebagai bangsa yang merdeka bangsa yang sederajat dengan bangsa negara lain. Menurutnya, pahlawan telah bertugas untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas dalam terwujudnya Indonesia yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Para pendiri bangsa mengabarkan pesan penting kepada kita, pesan itu adalah bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka cita cita selanjutnya kita harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara.


(Shari Ayu) 

Ramai nya Pemberitaan Penutupan Hotel Alexis

diposting pada tanggal 9 Nov 2017 17.07 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Hotel Alexis yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini, ternyata menyita perhatian masyarakat termasuk lembaga akademik. Hotel Alexis yang diyakini membuka praktek asusila dan prostitusi  nyatanya belum pernah ada yang berhasil membuktikannya. Terpaksa, hotel Alexis pun harus diputuskan izinnya dan memunculkan berbagai pernyataan pro kontra yang saling bertolak belakang.

Salah satu dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Abdul Sattar Ghani mengatakan, hotel Alexis yang telah ditutup oleh Anies Baswedan rupanya memang dilekatkan sebagai pusat hiburan prostitusi kelas atas di ibu kota. Bahkan sampai di embel-embelkan dengan hiburan “surga funia” padahal sudah jelas di dalamnya hanya kemaksiatan yang dilakukan. “Surga dunia” di hotel Alexis diartikan oleh Sattar adalah segala sesuatu yang menyenangkan yang membawa kepada lembah dosa.

“Dengan adanya pemberitaan publik mengenai tutupnya hotel Alexis memberi pelajaran agar tidak ada lagi praktek prostitusi di ibu kota, dan menjadi perhatian khusus agar menindak dengan tegas apabila permasalahan ini kembali terulang lagi,” tutur Sattar.

Dilansir dari tribunnews.com, wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah mendukung kebijakan untuk menutup hotel Alexis. Fahri menambahkan dirinya juga mendorong supaya menutup tempat-tempat hiburan lain yang menyediakan pelayanan ilegal.

“Pada prinspinya kalau sesuatu yang ilegal memang tidak boleh ada, sebab semua yang ilegal menjadi pintu bagi tindakan illegal lainnya,” ujar Fahri.

(Oleh: Seli Nursolihat)

 

Jakarta Biennale Jadi Ajang Pelarian Rutinitas yang Pas

diposting pada tanggal 8 Nov 2017 17.55 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Live art performing dari Ali &Wathiq

Digelar sejak 1968 oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), perhelatan akbar seni rupa Indonesia yakni Jakarta Biennale berhasil menyandera perhatian publik dengan tema-tema yang diangkat setiap sekali dalam dua tahun itu. Pertama kali kemunculannya, acara tersebut bernama Pameran Besar Seni Lukis Indonesia yang bertempat di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Di tahun ini, Jakarta Biennale mengangkat tema Jiwa dan hadir di tiga tempat berbeda, yaitu di Gudang Sarinah Ekosistem (GSE), Museum Sejarah Jakarta (MSJ) serta Museum Seni Rupa & Keramik (MSRK). Perhelatan ini berlangsung sejak 4 November hingga 5 Desember 2017.

Di GSE sendiri, terdapat 38 seniman yang mengisi eksibisi seni tersebut. Salah satunya adalah karya wayang kertas dari Ni Tanjung, yakni seorang seniman wanita asal Bali yang sudah berusia 90 tahunan. Setiap hari dirinya selalu membuat wayang-wayang kertas tersebut, jiwanya menyelinap masuk dalam karya yang ia buat itu. Sehingga inilah mengapa Jakarta Biennale 2017 bertemakan “Jiwa”. Tak sampai di situ, terdapat juga live performing art dari banyak seniman. Salah satu yang melakukannya adalah Ali Al-Fatlawi dan Wathiq Al-Ameri, dua seniman asal Irak yang sudah menetap lama di Swiss. Dalam penampilannya, Ali terlihat mengenakan kemeja putih yang berlumuran noda berwarna keunguan, sebelumnya Ali terlihat meletakkan bunga mawar di hadapannya seolah-olah seperti benteng. Kemudian tak berselang lama, ia mulai memakan bunga demi bunga tersebut. Sementara Wathiq menggunakan pelindung kepala lalu memukul-mukul kepalanya menggunakan alat pukul seperti palu, namun dengan ukuran lebih besar. “Apa yang kami lakukan tadi, merupakan perwujudan dari Peace and War. Perang yang terjadi di Irak telah menginspirasi kami untuk menuangkannya melalui seni,” ungkap Ali. “Di performing art ini, kami ingin bersuara terhadap apa yang terjadi di Irak,” tambah Wathiq.

Sementara itu tanggapan lain pun datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Syahid, Ari Sumitro dan Fadli Rudiansyah. Ari yang merupakan penikmat seni beranggapan, Jakarta Biennale hadir di tengah zaman yang mana segala sesuatunya kini serba canggih. “Manusia dan segala kerumitan hidup memerlukan beragam hiburan, sehingga menurut saya event ini dapat menjadi alternatif yang bagus untuk pelarian dari jenuhnya rutinitas,” ujarnya. Ia juga mengatakan, di zaman ini karya seni rupa mengacu pada Kontemporer, contohnya aliran pop art, post-modernism dll. Menurutnya, aliran ini cenderung mengikuti selera masyarakat yang sederhana dan diambil dari objek-objek yang dekat dengan masyarakat. “Post-modernism lebih menekankan pada makna-makna rupa, dan untuk beberapa orang terutama kaum intelek, lebih menyukai aliran ini,” jelas Sutradara Almond Jelly.

Sedangkan Fadli mengaku, dirinya baru datang sekali pada Jakarta Biennale dua tahun lalu, dan ia sangat mengapresiasi adanya perhelatan seni rupa ini. “Lumayan menarik dan banyak karya seni yang dipamerkan. Dari luar, tempat perhelatannya terlihat biasa namun begitu sampai di dalam, langsung timbul unsur megah dan spektakuler,” tutur Ketua Umum Teater Syahid.

Senada dengan Fadli, mahasiswi asal Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) bernama Delia Hadian pun merasakan hal yang sama. Ini adalah kali keduanya menghadiri art exhibition ini dan menurutnya selalu ada yang menarik perhatian dari Jakarta Biennale. “Karya yang paling saya suka adalah The Fictional Island oleh Keisuke Takahashi. Dua kata yang menggambarkan event ini, educating dan exciting,” komentarnya.

(Faizah Fitriah)

Hari Ini, Putri Presiden Joko Widodo Menikah

diposting pada tanggal 7 Nov 2017 16.30 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Foto mempelai di Graha Saba Saba Buwana tempat pernikahan putri Presiden Jokowi 
Sumber Kompas.com

Pada pagi hari ini, presiden ke-7 Indonesia, Presiden Joko Widodo melangsungkan pernikahan putrinya yang bernama Kahiyang Ayu. Presiden yang akrab disapa Jokowi ini, sebelumnya telah menikahkan putra pertamanya yakni Gibran. Kini, Kahiyang Ayu akan melaksanakan akad nikah dan resepsi di Graha Saba Buwana, Solo, Jawa Tengah. Akad nikah ini digelar pada pukul 08.30 sampai 10.00 WIB.

Sebagai Presiden Republik Indonesia, tentunya Jokowi mengundang banyak tamu penting seperti menteri, anggota legislatif, dan pejabat di dalam kabinet. Selain itu, kerabat juga diundang demi melancarkan akad nikah yang sangat sakral.

Dilansir dari Kompas.com, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyatakan, semua menteri Kabinet Kerja akan menjadi penerima tamu dalam perhelatan pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution.

"Saya hanya mendapatkan tugas menerima tamu saja dan semua menteri menerima tamu," ujar Tjahjo seusai meninjau ruang resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby bersama Presiden Jokowi di Gedung Graha Saba Buana Solo, Selasa (7/11) sore.

Tak hanya Tjahjo, nampak Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersama rombongan Presiden Jokowi.

Walau hari pernikahan putri presiden Jokowi ini kurang wajar, yakni mengambil hari kerja, namun dengan label pernikahan anak presiden, tentunya banyak masyarakat ingin menyaksikan perhelatan tersebut, terlebih lagi masyarakat Solo yang dulu menjadi wilayah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Antusias tersebut bahkan mencapai ke Ciputat, Tangerang Selatan. Mahasiswa UIN Jakarta, Muhammad Ihsan mengaku ikut bahagia dengan pernikahan putri Presiden Jokowi ini. “Sebenarnya tidak punya hubungan keluarga apapun dengan dia (Kahiyang Ayu). Apalagi mengenalnya. Tahu namanya saja baru akhir-akhir ini, saat banyak diberitakan di berbagai media massa. Tapi, pastinya ada emosi yang hinggap,” ujar Ihsan.

“Seperti beberapa tahun lalu, saat kerajaan Inggris menikahkan pangeran William dengan Kate Middleton. Sepertinya seluruh masyarakat di sana begitu antusias hingga ke jalan-jalan. Walaupun pernikahan  Kahiyan Ayu tidak semeriah itu, setidaknya antusias saya juga mewakili antusias masyarakat Indonesia yang lain,” tutupnya kepada RDK FM.

(Fathur)

Wagub Jakarta Sandiaga Uno Hadiri Charity Fun Run

diposting pada tanggal 5 Nov 2017 17.11 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Sandiaga Uno bersama Chairul Tanjung dan Isteri 
saat berpartisipasi dalam kegiatan CT ARSA Foundation Charity Fun and Run

CT ARSA Foundation merupakan yayasan sosial dari kelompok usaha CT Corpora yang berkiprah melalui kegiatan sosial di seluruh Indonesia. Menggelar kegiatan charity fun run, CT ARSA Foundation hadir untuk mengajak pecinta lari dan masyarakat umum untuk ikut berbagi keceriaan sekaligus kepedulian terhadap saudara-saudara yang membutuhkan. Dengan jarak tempuh sejauh 5km dengan konsep fun and run, sepanjang rute peserta lomba lari akan disuguhkan beragam kejutan seru menyenangkan yang menjadi daya tarik dan pengalaman baru tak terlupakan. Tidak hanya itu, setiap peserta  CT ARSA Foundation charity fun and run , yang telah teregistrasi secara online, otomatis menjadi donatur CT ARSA Foundation. Biaya pendaftaran para peserta akan didonasikan melalui kegiatan sosial. Acara yang digelar di  lapangan Sunburst, BSD City, Tangerang Selatan pada Sabtu (4/11) juga di hadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, serta membaur dengan masyarakat umum.

Volunteer acara fun run 2017, Latif Harnoko mengatakan, acara ini bertepatan pula dengan peringatan 12 tahun CT ARSA Foundation yang berkiprah dikegiatan sosial diseluruh Indonesia. CT ARSA Foundation, yang memiliki visi untuk memutus mata rantai kemiskinan, melalui pendidikan yang berkualitas serta mengoptimalisasi kesehatan bagi masyarakat Indonesia yang kurang mampu. CT ARSA Foundation menjalin kemitraan dengan Yayasan Mitra Netra untuk meningkatan kualitas dan pertisipasi tunanetra di bidang pendidikan dan pekerjaan sehingga tunanetra dapat hidup mandiri, cerdas dan bermakna di tengah masyarakat. Latif menambahkan, pada acara tersebut tidak hanya berlari dan berbagi, peserta juga berkesempatan untuk memenangkan hadiah dan doorprize total ratusan juta rupiah pada beberapa fun kompetisi yang diadakan untuk menambah keceriaan peserta seperti Best Running Costume, Best Happiest Selfie Photo, Best Running Costume Family, Most Photo Likes dan Best Face Painting. 

salah satu peserta asal Serpong Utara, Detti Herdiani mengatakan pada saat berlari diikuti pula oleh anak-anak dari Yayasan Mitra Netra (Tunanetra) dengan didampingi oleh volunteer yang juga merupakan relawan CT ARSA Foundation. Menurut Detti, acara ini membuktikan semua kalangan bisa ikut serta, ditambah kegiatan fun run ini memberikan berbagai kejutan pada saat berlari.

“Ada tiga zona yang akan dilewati. Zona pertama adalah bubble zone, dilanjutkan dengan zombie shock, para peserta dikejutkan oleh zombie yang akan mengejar, dan akan meningkatkan adrenalin agar cepat sampai ke garis finish dan zona terakhir adalah color zone, di mana pada saat  berlari, diberikan  serbuk warna-warni yang bertaburan sehingga menambah keseruan dan kemeriahan acara tersebut,” papar Detti.

Dirinya berharap agar tahun depan acara tersebut bisa diselenggrakan kembali. Hal ini karena melihat euphoria masyarakat yang amat tinggi.

(Shari Ayu)

Batas Akhir Pembayaran PBB

diposting pada tanggal 30 Agt 2017 17.33 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Membayar pajak merupakan kewajiban setiap warga negara. Sama halnya dengan membayar Pajak Bumi dan Bangungan (PBB) yang diwajibkan bagi setiap warga yang memiliki tanah, bangunan, atau properti. Hari ini (31/8) merupakan waktu terakhir pembayaran PBB. Jika melebihi tempo yang ditentukan, maka akan terkena denda.

Kepala desa Cipayung, Ciputat, H. Mahmuddin, MH., mengatakan, pembayaran PBB jatuh tempo pada 31 Agustus. “Jika membayar melebihi tanggal tersebut maka dikenakan denda sebesar 2% pada setiap bulannya, sesuai yang ditanggung wajib pajak,” jelas haji Mahmud. Mahmud menjelaskan, dalam Undang-Undang Dasar (UUD) pasal 12 dijelaskan permukaan bumi meliputi tanah, perairan, rawa-rawa, dan seluruh dataran yang ada di wilayah negara Indonesia. Sementara bangunan merupakan kontruksi yang ditanam atau diletakan secara tetap pada tanah atau perairan yang dijadikan tempat tinggal ataupun usaha. Mahmud menambahkan, wajib bagi setiap masyarakat yang memiliki bangunan atau tanah untuk membayar pajak. Karena, masyarakat yang baik adalah masyarakat yang taat pada peraturan pajak.

Hubungan masyarakat (humas) Kelurahan Cipayung, Ciputat, Mega Romala mengatakan, membayar PBB bisa dilakukan secara online dan offline. “Pembayaran online bisa dilakukan melalui bank atau anjungan tunai mandiri (ATM) untuk pembayaran bank melalui bank Jawa Barat Banten (BJB),” jelas Mega. Mega juga mengatakan, pembayaran offline dapat dilakukan di kantor pos. Ada juga petugas khusus pemungut PBB yang ditunjuk resmi dari kelurahan. Mega menuturkan, 2 minggu yang lalu telah dilakukan pemungutan pajak oleh petugas kelurahan Cipayung, antusias masyarakat sangat tinggi, dibandingkan ketika harus mengantri bayar melalui teller bank.

Naila Fitri

Viral Video Bola Nasi Memantul, Indikasikan Beras Plastik. Irvan Kartawiria: “Itu Tidak Betul”

diposting pada tanggal 28 Agt 2017 09.08 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Belum lama ini, jejaring media sosial sempat dihebohkan dengan viralnya video yang menampilkan karyawati di sebuah kantor yang nampak sedang membulat-bulatkan nasi demi membuktikan sebuah fakta yang ternyata salah. Dalam video berdurasi kurang dari 2 menit itu, karyawati tersebut beserta beberapa orang rekannya membuat pernyataan kontroversi. Di mana, ia mengklaim bahwa nasi yang ia bulatkan itu dapat memantul seperti squishy, sehingga dirinya dengan berani dan gamblang mengklaim bahwa nasi boks yang ia pesan dari sebuah rumah makan padang, merupakan nasi yang berasal dari beras plastik.

Video yang mulai viral sejak seminggu yang lalu itu tepatnya 21 Agustus, telah berhasil menyedot perhatian netizen. Tak ayal, hal ini kemudian juga sampai ke telinga Dr. Irvan Setiadi Kartawiria, ST., M.Sc., atau yang akrab disapa Irvan Karta. Dosen yang memperoleh gelar magisternya di university of new south wales itu menepis statement karyawati tersebut dengan membuat teori eksperimen di akun vlog-nya dan membuat penjelasannya dalam akun twitter-nya. Dalam cuitannya, ia menjabarkan bahwa beras mengandung pati alias karbo dan sebagian besar karbo tersebut berjenis amilosa dan amilopektin.

Lebih lanjut irvan memaparkan, semakin tinggi kadar amilopektin maka akan semakin pulen nasi tersebut. “Sementara jika semakin tinggi kadar amilosa pada suatu beras, maka nantinya akan semakin pera’ nasi tersebut,” jelas Irvan. Dosen yang juga merupakan komika jebolan salah satu ajang stand up comedy di stasiun tv swasta itu menambahkan, saat nasi dikepal-kepal untuk dibentuk bulat, saat itu terjadi proses gelatinisasi, di mana nasi akan mengeluarkan patinya yang kemudian berubah menjadi gel. “Itulah alasan mengapa nasi tersebut dapat memantul,” tambahnya. Terakhir, Irvan berpesan agar menjadi netizen yang cerdas, serta tidak mudah menyimpulkan suatu hal yang belum teruji kebenarannya, sehingga tiada pihak yang dirugikan.

Seorang pegawai rumah makan padang yang terletak di jalan Pesanggrahan kampus 1 UIN Jakarta, berinisial A-R mengungkapkan, kekecewaannya terhadap perilaku karyawati tersebut yang ia nilai dapat mematikan usaha seseorang. “Tidak seharusnya karyawati tersebut membuat kesimpulan terhadap sesuatu yang tidak ia pahami secara ilmiahnya,” tutur A-R. Kendati demikian, A-R mengaku tidak mengalami masalah dengan jumlah konsumen rumah makannya. Namun, A-R tetap berharap agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Faizah Fitriah

Kemenag Menetapkan Jatuhnya 1 Dzulhijjah

diposting pada tanggal 23 Agt 2017 17.19 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui23 Agt 2017 17.19 ]

Penetapan awal Dzulhijjah oleh Kemenag

Kementerian agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar sidang isbat pada 22 Agustus lalu untuk menentukan tanggal 1 bulan dzulhijjah. Sidang isbat tersebut dilaksanakan di Auditorium H.M Rasjidi di kantor Kemenag pada Selasa (22/8) sore. Berdasarkan sidang tersebut, ditetapkan bahwa 1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 23 Agustus 2017. Maka, berdasarkan perhitungan maka hari raya idul adha akan bertepatan pada hari Jum’at 1 September 2017. Penetapan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen)  Kemenag Republik Indonesia, Nur Syam.

Dilansir dari viva.co.id, Nur Syam mengatakan, hari Rabu (23/8) ini sudah menginjak bulan Dzulhijjah dan hari raya Idul Adha yang menurut perhitungannya adalah 10 hari setelahnya, maka akan terjadi pada 1 September nanti. Nur Syam juga dapat memastikan, pelaksanaan Idul Adha antara Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah akan berbarengan. Dirinya mengucap syukur karena pelaksanaan hari raya nanti akan berbarengan dan tanpa adanya perbedaan layaknya waktu-waktu yang lalu.

Dengan dipastikannya bulan Dzulhijjah akan dimulai sejak hari Rabu, salah satu dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Muhammad Soleh Hasan, Lc, MA., menanggapi hal tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang akan terlaksana pada Idul Adha nanti akan menjadi momentum rekatnya umat islam di Indonesia yang belakangan ini banyak dihantam oleh banyak isu, salah satunya isu politik.

Penetapan Dzulhijjah oleh Kemenag sendiri juga menjadi arahan kapan terlaksananya idul adha 1438 Hijriyah. “Sebab, masyarakat dapat mempersiapkan harta serta rezekinya untuk diubah menjadi hewan kurban yang nantinya dapat membantu banyak umat yang membutuhkan,” tutur Soleh. Tak lupa, Soleh menambahkan, bagi orang-orang yang tidak mampu untuk membeli hewan kurban maka bisa meningkatkan amalan sunnah lainnya seperti salat, sedekah, serta puasa. Soleh mengharapkan di bulan Dzulhijjah ini akan ada banyak kenikmatan yang didapatkan di ujung tahun dalam kalender Islam.

Fathur Alfarizi

1-10 of 29