News‎ > ‎Berita Nasional‎ > ‎

Baru Sebulan Diresmikan, Stadion GBK Jadi Korban Keganasan Suporter?

diposting pada tanggal 19 Feb 2018 16.41 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Suporter memadati Stadion GBK saat laga final antara Persija vs BUFC - Source: Kompas.com

Pertandingan sepak bola final Piala Presiden 2018 antara Persatuan Sepak Bola Jakarta (Persija) dan Bali United Football Club (BUFC) telah berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (17/2). Ketika piala diserahkan ke pihak Persija dan diarak di dalam lapangan stadion GBK, banyak suporter yang memaksa masuk stadion, melalui Pintu D. Sejumlah petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi tampak kewalahan menertibkan suporter.

Dilansir dari Kompas.com, di berbagai media sosial (medsos) banyak tayangan rekaman CCTV yang memperlihatkan sejumlah suporter sepak bola memaksa masuk stadion GBK dalam laga Piala Presiden. Dalam rekaman tersebut, para suporter memaksa masuk melalui Pintu D Stadion GBK. Kerusuhan suporter itu menyebabkan gerbang otomatis di pintu masuk tersebut rusak. Petugas sudah menendang suporter yang membobol masuk ke dalam area pertandingan, tetapi hal itu membuat petugas kewalahan karena jumlah suporter yang banyak.

Meski demikian, kejadian tersebut tidak mengganggu jalannya laga dan tetap berjalan dengan lancar tanpa ada korban jiwa. Kini pengelola Stadion GBK sedang melakukan pembersihan kawasan dan menginventarisasi kerusakannya, setelah pertandingan final Piala Presiden 2018 antara Persija dengan BUFC. Persija berhasil menjuarai Piala Presiden 2018 setelah mengalahkan BUFC dengan skor 3-0.

Anggota Unit Kegiatan (UKM) Federasi Olahraga Mahasiswa (Forsa) UIN Jakarta, Divisi Futsal, Muhammad Fatih  mengatakan, dirinya prihatin dengan tindakan suporter yang membobol pintu masuk D Stadion GBK tersebut. “Karena stadion itu baru direnovasi, suporter Indonesia harus melihat suporter negara di Eropa yang tertib dan bisa menciptakan suasana pertandingan yang berkelas,” komentarnya. Fatih berharap, agar peraturan lebih diperketat dan petugas lebih diperbanyak lagi, sehingga sepak bola Indonesia bisa semakin maju.

(Thalita Zada)

Comments