News‎ > ‎Berita Nasional‎ > ‎

Bendungan Katulampa Siaga Satu, Jakarta Waspada Banjir

diposting pada tanggal 6 Feb 2018 13.21 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui6 Feb 2018 13.23 ]

Hujan yang mengguyur wilayah Bogor sejak Minggu malam (4/2), membuat ketinggian air di Bendungan Katulampa terus naik. Ketinggian air di bendungan ini sudah sampai di titik 240 cm, dengan ini diperkirakan Jakarta akan terkena dampaknya dan seluruh warga, khususnya yang berada di Bantaran Ciliwung di sepanjang Bogor hingga Jakarta, diminta untuk waspada terkait adanya luapan air sungai.

Dilansir dari CNN Indonesia, air Bendungan Katulampa Bogor diperkirakan akan tiba di Ibukota dalam kurun waktu sembilan jam. Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah. Ia mengimbau warga di Bantaran Ciliwung untuk tidak beraktivitas di pinggir sungai. Kawasan di jakarta yang diperkirakan akan diterjang luapan air adalah Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina dan Kampung Melayu. Namun diprediksi, banjir tidak akan besar dan meluas karena hujan tidak merata. “Sampai saat ini sungai-sungai lain di wilayah jakarta masih level normal atau aman seperti Kali Krukut, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Karet dan Kali Pesanggrahan,” jelasnya. Sutopo menyampaikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dan BPBD DKI Jakarta telah menyebarkan informasi peringatan dini banjir kepada masyarakat, aparat lurah dan kecamatan. “Peralatan, logistik dan personil sudah disiapkan untuk melakukan antisipasi banjir,” tutupnya.
Konsultan Kehutanan dan Lingkungan, Wawan Nurmawan  mengatakan, Bendungan Katulampa berperan sebagai indikator terjadinya banjir kiriman dari Bogor ke Jakarta. “Sehingga sudah seharusnya masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar berperan aktif menjaga lingkungannya karena keadaan bendungan ini akan berdampak besar bagi Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya. Konsultan yang juga merupakan dosen tetap di Universitas Sam Ratulangi ini juga berpesan untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, agar mengikuti saran pemerintah  yaitu pindah ke tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari banjir.

(Galuh Alisha Yasmine)

Comments