News‎ > ‎Berita Nasional‎ > ‎

Kekerasan Terhadap Guru, Pengaruh Lingkungan Jadi Faktor Pemicu?

diposting pada tanggal 6 Feb 2018 12.56 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Tanpa figur pendidik, tidak mustahil bangsa besar seperti Indonesia kesulitan menikmati hasil jerih payah putra-putri nusantara. Interaksi yang terjadi antara pendidik dan anak didik tidak dapat dipungkiri berdampak cukup signifikan bagi proses perkembangan anak didik. Namun berkaca pada realita yang terjadi saat ini, banyak terjadi kesalahpahaman antara pendidik dan anak didik, yang malangnya berdampak sangat fatal.

Melansir dari Tribunnews.com, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta aparat penegak hukum menaruh perhatian besar pada penyebab kematian guru kesenian SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, bernama Ahmad Budi Cahyono. Kejadian di luar batas kewajaran itu harus menjadi perhatian publik, untuk memberikan efek jera bagi siswa yang berpotensi melakukan tindak kekerasan di lingkungan sekolah dan luar sekolah. Siswa yang melakukan penganiayaan wajib diproses hukum sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Mahasiswa Fakultas Psikologi (Fpsi), semester dua, Kelvin Haiqal  mengatakan, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang anak didik berani memukul gurunya, di antaranya seperti pengaruh lingkungan yang keras, terlalu menjunjung harga diri, serta kurang mengenal rasa takut dan mengalah. “Lingkungan pertama yang dihadapi seorang anak adalah keluarga. Jadi kembali lagi kepada hubungan orangtua dan anak di rumah. Besar harapan saya kepada orangtua di rumah, agar bisa memberi perhatian yang lebih kepada anaknya dan menciptakan suasana kekeluargaan yang humoris dan terbuka,” harap Kelvin.

 (Galuh Alisha Yasmine)

Comments