News‎ > ‎Berita Nasional‎ > ‎

Rampung Digarap, Underpass Kartini Suguhkan Panorama Artistik

diposting pada tanggal 21 Feb 2018 16.36 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui24 Feb 2018 20.45 ]
Underpass Kartini nampak dihiasi dengan lampu dan ukiran batik (Source: Jawapos.com)

Underpass Kartini, Lebak Bulus, Jakarta Selatan baru saja rampung digarap dan dilakukan uji coba pada Kamis (22/2). Uniknya, underpass ini dihiasi dengan tata lampu yang artistic, baik di dalam terowongan maupun di simpang lalu lintas. Tak hanya itu, di sepanjang dinding terdapat ukiran batik yang menambah cantiknya Underpass Kartini. Uji coba ini dibuka hanya untuk satu lajur yaitu dari arah Pondok Indah menuju Lebak Bulus. Alhasil, tak sedikit pengendara yang antusias melewatinya.

Dilansir dari Jawapos.com, Kepala Seksi Pembangunan Simpang Tak Sebidang (STS), Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hananto Krisna mengatakan, tata cahaya artistik ini dipasang untuk menambah keidahan underpass, terutama pada malam hari. Tata cahayanya terdiri dari lampu penerang jalan umum (PJU) dan tata cahaya artistik. Lampu artistik terdiri dari enam warna yaitu ungu, merah, biru, hijau, tosca dan kuning. Serta keenam lampu tersebut menerangi underpass dengan berganti-ganti. Underpass yang memiliki panjang sekita 500 meter dengan lebar sembilan meter ini, memiliki batas ketinggian kendaraan yang bisa melintasi underpass yakni 4,2 meter. “Di pintu masuk menuju underpass, telah dipasang rambu-rambu lalu lintas serta batas kecepatan kendaraan yaitu 40km/jam. Uji coba baru dibuka satu lajur karena lajur lainnya yang ditutup, masih menunggu evaluasi,” paparnya. Hanato menambahkan, akan melihat terlebih dahulu bagaimana perilaku pengemudi dengan dibuka satu lajur ini.

Menurut mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) semester dua, Kris Yanto mengaku, perjalanan dari arah Pondok Indah ke Lebak Bulus, Ciputat dan Pondok Pinang menjadi lebih cepat, karena tidak melewati lampu merah. Hal ini sangat berpengaruh ketika dirinya menuju ke kampus. Kris berpendapat, dengan adanya lampu artistik dan ukiran batik di sepanjang dinding, membuat perjalanan serta pemandangnnya menjadi lebih indah. “Apalagi saat lampu menyala di malam hari. Semoga underpasss ini tidak hanya awalnya saja yang terlihat bagus, tetapi perawatan dari pemerintah harus maksimal untuk kedepannya. Agar tidak terjadi seperti underpass di beberapa tempat, yang perbaikannya cukup lamban padahal terdapat banyak lubang,” ujarnya.


(Alya Safira)
Comments