News‎ > ‎Berita Nasional‎ > ‎

Tragedi Wabah Campak dan Gizi Buruk Melanda Suku Asmat

diposting pada tanggal 28 Jan 2018 08.43 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Suku Asmat alami penderitaan Campak dan Gizi Buruk

Indonesia lagi-lagi dilanda musibah. Belum selesai dengan persoalan wabah Difteri, kini kembali muncul persoalan baru, yaitu persoalan Campak dan Gizi Buruk Suku Asmat. Seperti yang diketahui, campak merupakan infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan bersifat sangat menular. Sedangkan gizi buruk adalah kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama. Penyakit ini biasanya dialami karena tubuh tidak memperoleh asupan gizi yang cukup.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), jurusan Kedokteran semester satu, Danu Pratama Lesmana menuturkan, tragedi ini seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah dan khususnya masyarakat Indonesia. “Terjadinya wabah ini masyrakat harus bisa belajar bahwa hidup sehat dan menjaga kebersihan itu penting agar tubuh terhindar dari segala macam penyaki. Ini juga seharusnya pembelajaran bagi pemerintah agar pemerintah bisa lebih baik lagi dalam menyosialisasikan tentang pentingnya hidup sehat,” ungkapnya.

Mahasiswa FKIK, jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) semester satu, Muan Fadhilah menerangkan, seharusnya pemerintah memberikan pelayanan kesehatan yang cukup baik terhadap warga Suku Asmat. Ia juga menceritakan, awalnya pemerintah ingin memberikan pelayanan kesehatan terhadap Suku Asmat. Namun dengan kondisi yang tidak memungkinkan dan tidak adanya alat transportasi untuk menuju pemukiman Suku Asmat. Muan berpendapat, usul Presiden Jokowi untuk memindahkan warga Suku Asmat ke kota agar mendapat pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan terjangkau tidak akan semudah itu. Pasalnya dari adat istiadat dan lain-lainnya sangat berbeda. “Seharusnya tingkat kepedulian pemerintah terhadap Suku Asmat harus ditingkatkan lagi, bayangkan saja jika keluarga kita adalah salah satu dari mereka, pasti sedih sekali,” katanya. Ia berpesan, agar pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa lebih peduli dengan kejadian seperti ini. “Tak lupa juga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, karena itu merupakan dua hal yang penting,” tutupnya.

(Anggara Purissta Putra)

Comments